Sabtu, 25 Januari 2014

KRATON KASULTANAN YOGYAKARTA

Kraton Yogyakarta Hadiningrat
Lebih dari 200 tahun yang lalu, tempat dimana Kraton sekarang berada, merupakan daerah rawa yang dikenal dengan nama Umbul Pachethokan, yang kemudian dibangun menjadi pesanggrahan yang bernama Ayodya.  Kraton Yogyakarta menghadap ke arah utara, pada arah poros utara selatan antara gunung Merapi dan laut Selatan. Kraton ini dipimpin oleh seorang raja yang bergelar Sultan.  Saat ini tampuk kekuasaan dipegang oleh Sultan Hamengku Buwono X yang juga menjabat sebagai Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
 
Raja menerima pisowanan
Dalam Balairung Kraton, dapat disaksikan adegan pisowanan (Persidangan) Agung, dimana Sri Sultan duduk di Singgasana dihadap para pemangku jabatan istana. Tempat ini biasanya juga dipergunakan untuk penyelenggaraan upacara-upacara resmi Kraton Yogyakarta, seperti Jumenengan.







Patung Dwarapala
Regol Donopratopo yang menghubungkan halaman Sri Manganti dengan halaman inti Kraton, dijaga oleh 2 (dua) patung Dwarapala yang diberi nama Cingkarabala dan Balaupata, yang melambangkan kepribadian baik dari manusia, yang selalu menggemakan suara hatinya, agar selalu berbuat baik dan melarang perbuatan yang jahat.

Di dalam halaman inti Kraton, antara lain dapat dilihat bangunan tempat tinggal Sri Sultan sehari-hari, tempat Sri Sultan menerima tamu kehormatan, tempat untuk berpesta, tempat para tamu beristirahat atau merapikan pakaian, serta gedung-gedung dan bangunan yang lain.  Di tempat ini juga terdapat Keputren, atau tempat-tempat tinggal putri Sultan yang belum menikah. Tempat yang terakhir ini terlarang bagi kunjungan wisatawan.

Selama berkunjung di lingkungan kraton ini, para wisatawan dapat menyaksikan kemegahan dan keagungan Kasultanan Yogyakarta sebagai sumber kebudayaan Jawa, sekaligus sebagai pusat pemerintahan Kasultanan Yogyakarta.

Sumber:  Petunjuk Wisata Yogyakarta. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi DIY.

Rabu, 01 Januari 2014

FRONT OFFICE


TUJUAN DAN FUNGSI  KANTOR DEPAN (FRONT OFFICE)


Kantor depan (front office) adalah cermin dari kualitas hotel untuk pertama kali bagi tamu saat memasuki hotel.  Oleh sebab itu, bagian ini merupakan salah satu bagian yang paling penting dalam hal mewujudkan tujuan hotel.

Tujuan kantor depan antara lain adalah:
  1.  Meningkatkan tingkat hunian kamar
  2. Meningkatkan jumlah tamu langganan
  3. Memenuhi kebutuhan dan kepuasan tamu dengan baik, tepat dan cepat.
  4. Membentuk citra hotel positif

Kantor depan memiliki fungsi sebagai berikut:
  1. Menjual kamar
  2. Memberikan informasi tentang seluruh produk hotel
  3. Mengkoordinasikan ke bagian lain yang terkait.
  4. Melaporkan status kamar terkini
  5. Mencatat, memeriksa pembayaran tamu
  6. Membuat laporan
  7. Memberikan pelayanan telekomunikasi
  8. Memberikan pelayanan barang bawaan tamu
  9. Menyelesaikan keluhan tamu

Minggu, 29 Desember 2013

JENIS KEGIATAN YANG TERKAIT DENGAN MICE




DEBAT (DEBATE)
Suatu pertemuan tentang sesuatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat atau pendirian.

FORUM
Suatu pertemuan atau bagian dari pertemuan yang menampilkan diskusi terbuka untuk masalah yang sedang menjadi pembicaraan umum/hangat dan menarik untuk dikaji bagi peserta pertemuan.

INCENTIVE TOUR (TRAVEL PROGRAM)
Suatu kegiatan perjalanan yang diselenggarakan oleh suatu perusahaan untuk karyawan atau mitra usaha sebagai imbalan penghargaan atas prestasi mereka dalam kaitan penyelenggaraan konvensi yang membahas perkembangan kegiatan perusahaan yang bersangkutan.

JUMPA PERS (PRESS CONFERENCE)
Suatu pertemuan khusus yang dihadiri oleh insan media (wartawan surat kabar, majalah, radio, TV) dengan sosok public figure (tokoh, artis, dll) atau wakil organisasi/asosiasi/lembaga dalam memberikan informasi/berita yang berkembang dalam masyarakat atau menyangkut pribadi seseorang.

Minggu, 15 Desember 2013

PAMERAN (EXHIBITION)



Pameran (exhibition) merupakan salah satu cara atau media penyebaran informasi, perkenalan sekaligus pemasaran suatu produk, baik bentuk gagasan maupun barang.  Dikaitkan dengan kegiatan konvensi, pameran dapat dibedakan menjadi:

Industrial show (pameran industri) adalah kegiatan pameran yang dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan pembuat alat-alat dan produk-produk tertentu untuk menggelar hasil karyanya bagi umum dan perusahaan lain yang berminat untuk membelinya.  Kegiatan pameran ini juga dibarengi dengan seminar dan peragaan untuk menjelaskan teknik, liku-liku serta proses pembuatan produk yang dihasilkan. Pembeli dapat mempergunakan produk tersebut secara langsung atau bila dia pengusaha akan menjadikan produk itu contoh untuk dibikin sendiri dengan modifikasi dan kemudian dijual kembali.

Trade show (pameran dagang) adalah pameran untuk berdagang.   Pembeli datang berkunjung ke pameran ini untuk membeli produk demi kebutuhan sendiri atau diperjualbelikan kembali dalam jumlah yang banyak.   
Professional or scientific exhibition (pameran ilmiah atau profesional) adalah pameran yang dikaitkan dengan persidangan kelompok-kelompok profesional, guru, ilmuwan dan mereka yang merupakan pemakai akhir (end users) dari produk atau jasa pelayanan yang digelar dalam pameran tersebut.

Pubic Show adalah pameran atau display yang ditujukan kepada masyarakat umum dan untuk memberikan penjelasan mengenai keberhasilan dari suatu kelompok atau negara dengan maksud menanamkan rasa kebanggaan. Misalnya, peringatan hari TNI setiap tanggal 5 Oktober.

Sumber:  Pendit, Nyoman S. Wisata Konvensi Potensi Gede Bisnis Besar. 1999. Gramedia. Jakarta
                Kesrul. Meeting, Incentive Trip, Conference, Exhibition.2004.Graha Ilmu. Yogyakarta.

Jumat, 06 Desember 2013

CANDI BOROBUDUR


Candi Borobudur didirikan pada sebuah bukit seluas 7.8 hektar pada ketinggian 265,40 meter di atas permukaan laut atau berada kuarng lebih 15 meter diatas bukit di sekitarnya.  Denah candi menyerupai bujur sangkar dengan 36 sudut pada dinding teras 1, 2 dan 3 tersusun batu andesit dengan sistem dry masonry (tanpa perekat) diperkirakan mencapai 55.000 meter kubik. atau 2.000.000 blok batu.

Pada masing-masing tingkat dan setiap penjuru mata angin terdapat pintu gerbang atau tangga.  Secara keseluruhan bangunan Candi Borobudur terdiri dari 10 tingkat atau lantai yang masing-masing mempunyai maksud tersendiri.   Sebagai sebuah bangunan Candi Borobudur dapat dibagi dalam tiga bagian yang terdiri dari kaki atau bagian bawah, tubuh atau bagian pusat dan puncak.   Pembagian menjadi tiga tersebut sesuai benar dengan tiga lambang atau tingkat dalam susunan ajaran Budha yaitu Kamadhatu, Rupadhatu dan Arupadhatu.


Kamadhatu

 Sama dengan alam bawah atau dunia hasrat/nafsu.  Dalam dunia ini manusia terikat pada hasrat/nafsu dan bahkan dikuasai oleh hasrat dan kemauan atau nafsu.  Dalam dunia ini digambarkan pada relief yang terdapat di kaki candi asli dimana relief tersebut menggambarkan adegan dari kitab Karmawibangga yaitu naskah yang menggambarkan ajaran sebab akibat, serta perbuatan yang baik dan jahat.
Deretan felief ini tidak tampak seluruhnya karena tertutup oleh dasar candi yang lebar.  Hanya disisi tenggara tampak relief yang terbuka bagi pengunjung.

Rupadhatu

 

Sama dengan dunia antara atau dunia rupa, bentuk dan wujud.  Dalam dunia ini manusia telah meninggalkan segala hasrat, nafsu tetapi masih terikat pada nama dan rupa, wujud, bentuk.  Bagian ini terdapat pada tingkat 1 sampai dengan 5 yang berbentuk bujur sangkar.






Arupadhatu

 Sama dengan alam atas atau dunia tanpa rupa, wujud, bentuk.  Pada tingkat ini manusia telah bebas sama sekali dan telah memutuskan untuk selama-lamanya segala ikatan kepada dunia fana.  Pada tingkat ini tidak ada rupa.  Bagian ini terdapat pada teras bundar I, II dan III beserta stupa induknya.

Candi Borobudur tidak hanya diperindah dengan relief cerita dan relief hias, tetapi juga patung-patung yang sangat tinggi nilainya.  Patung Budha di candi ini berjumlah 504 buah, ada yang masih utuh namun ada juga yang sudah rusak. 

Patung Budha di tingkat Rupadhatu ditempatkan dalam relief yang tersusun berjajar pada sisi luar pagar langkan.  Sedangkan patung-patung di tingkat Arupadhatu ditempatkan dalam stupa-stupa berlubang di 3 susunan lingkaran sepusat.

Fasilitas-fasilitas yang disediakan antara lain; Museum Arkeologi, baik museum tertutup maupun museum terbuka, Borobudur Study Centre, kebun pembibitan, tempat penitipan barang, parkir, warung, toilet, mushola dan sebagainya.


Sumber:  Madhori.  Candi Borobudur Sepanjang Masa.

Minggu, 03 November 2013

PERKATAAN YANG BAIK ADALAH SEDEKAH

 

Perkataan yang baik adalah sedekah, merupakan sebuah ungkapan yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW.  Dengan ungkapan ini beliau ingin menegaskan kepada umatnya tentang urgensi sebuah perkataan atau ucapan.  Beliau memerintahkan umatnya agar selalu mengucapkan kata-kata yang baik, karena perkataan dan ucapan mempunyai dampak yang sangat besar.  Dengan kata-kata hati seseorang bisa terobati.  Begitu juga sebaliknya, hanya gara-gara sebuah perkataan hati seseorang bisa terluka dan tersakiti.  Dengan kata-kata, derajat dan kedudukan seseorang bisa terangkat.  Begitu juga sebaliknya, hanya gara-gara sebuah perkataan derajat seseorang bisa seketika jatuh. Percayalah, bahwa perkataan dan ucapan yang baik dan benar merupakan sebuah kekuatan yang sangat efektif.

Jika kita mampu memilih kata-kata yang baik dan benar maka dengan sendirinya akan mampu menguatkan mental dan tekad di dalam diri kita, sehingga kita akan mampu menarik simpati dan mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi orang lain.



Perkayalah perbendaharaan kata yang positif pada diri Anda.  Dengan perbendaharaan kata yang ada seolah kita mampu melukiskan pengalaman, pengetahuan dan pemikiran kita. Mulailah menggantikan kata-kata yang kaku dan kasar dengan kata-kata yang halus dan lembut.  Ganti perbendaharaan kata yang jelek menjadi yang baik, karena ucapan dan perkataan yang baik adalah sedekah. 




Sumber: Al-Uqshari. Menjadi Pribadi Yang Berpengaruh. 2005. Gema Insani. Jakarta 

Minggu, 27 Oktober 2013

SAPTA PESONA



Makna Sapta Pesona dilambangkan dengan matahari yang bersinar sebanyak 7 (tujuh) buah.  Ketujuh buah sinar tersebut melambangkan 7 (tujuh) unsur, yaitu:


  1. Keamanan
  2. Ketertiban
  3. Kebersihan
  4. Kesejukan
  5. Keindahan
  6. Keramahan
  7. Kenangan 
Sapta Pesona ini diwujudkan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran, rasa tanggung jawab bagi masyarakat, pemerintah dan para pelaku pariwisata di Indonesia untuk diterapkan dalam perilaku sehari-hari.

Minat wisatawan untuk berkunjung kedaerah tujuan wisata di Indonesia baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara akan meningkat jika ke tujuh unsur dalam Sapta Pesona ini diterapkan di industri pariwisata.

Di lingkungan industri pariwisata Sapta Pesona dapat dilakukan dengan cara:
1.  Keamanan
Wisatawan akan senang berkunjung ke suatu tempat apabila merasa aman, tentram, tidak takut, terlindung dan bebas dari hal-hal seperti tindak kejahatan dan kekerasan, ancaman bahaya penyakit menular dan berbahaya, kecelakaan yang disebabkan oleh fasilitas yang kurang baik serta gangguan dari dan oleh masyarakat maupun para pelaku wisata itu sendiri.  Jadi aman berarti menjamin keselamatan jiwa dan fisik, termasuk barang milik wisatawan.

2.  Ketertiban 

 Kondisi yang tertib merupakan sesuatu yang didambakan oleh setiap orang termasuk wisatawan.   Kondisi tersebut tercermin dari suasana yang teratur, rapi dan lancar serta mununjukkan disiplin yang tinggi dalam semua segi kehidupan masyarakat.