Minggu, 16 Februari 2014

LAMBANG WARNA DALAM SESAJEN AGAMA HINDU

Banten atau sajen yang berwarna-warni tersusun sangat indah dan artistik yang terdiri dari daun, buah serta bunga, janganlah dikira warna-warni tersebut tidak mempunyai arti, dan disusun menurut selera sendiri.  Daun ambu (daun enau muda) berwarna merah, Dewanya Brahma, penggunaannya banyak untuk caru terletak dibagian dasar sebagai lambang penciptaan.  Daun selepan (daun kelapa yang hijau) dan ron (daun enau hijau tua) adalah lambang hitam, warna hijau hitam disamakan, sebagai lambang Dewa Wisnu, simbol pengayoman.  Daun busung (janur kuning) berwarna kuning, dewanya Mahadewa lambang cinta kasih.  Daun rontal berwarna putih jika sudah dikeringkan simbol dari kesucian, Dewanya Iswara.
Demikian pula buah-buahan, bunga-bungaan, binatang selalu dikaitkan dengan warna dan magic power dari Dewa yang menguasainya.  Bagian-bagian dari tubuhpun digambarkan sebagai stana (tempak duduk) dari dewa-dewa dari warna kekhususannya.  Demikianlah hati berwarna merah simbol Brahma, empedu berwarna hijau tua sebagai stana Wisnu, dan pepusuh (jantung putih), sebagai stana Siwa.

Sabtu, 15 Februari 2014

JENIS-JENIS TAMU HOTEL

Tamu adalah bagian yang tak terpisahkan dari sebuah usaha hotel.  Oleh karena itu, seorang tamu layak mengharapkan dan mendapatkan pelayanan yang profesional dari sebuah hotel.  Setiap tamu ingin memperoleh sesuatu yang melebihi nilai yang diharapkannya dari harga yang mereka bayar.  Untuk itu seorang resepsionist jangan sampai membuat tamu memiliki kesan bahwa harga yang mereka bayar tidak sepadan dengan pelayanan yang mereka peroleh.

Umumnya jenis-jenis tamu yang menginap di suatu hotel dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

Domestic Tourist
Yaitu wisatawan lokal/daerah dimana dia tinggal/menginap pada suatu hotel, misalnya pada waktu weekend, special function dan atau untuk aktivitas lain.

FITs (Free Independent Travellers)
Yaitu wisatawan internasional yang melakukan perjalanan secara individual dan tidak terikat dalam suatu rombongan/grup.  Biasanya jenis tamu FITs melakukan reservasi kamar secara langsung ke hotel dan umumnya hanya memesan kamar (room only).

GITs (Group Inclusive Tours)
Yaitu rombongan wisatawan yang melakukan perjalanan secara bersamaan dalam suatu package tour.  Biasanya tamu jenis ini melakukan perjalanan dengan perantara travel agent. 

SITs (Special Interest Tours)
Yaitu suatu rombongan yang berkunjung ke suatu tempat, biasanya dengan tujuan khusus seperti mengunjungi candi Borobudur dan sebagainya.

CIPs (Commercially Important Persons)
Yaitu para tamu atau executive dari suatu perusahaan besar yang selalu bepergian dan menginap di hotel mewah.  Biasanya reservasi kamarnya dilakukan oleh sekretaris atau asistennya.

SPATTs (Special Attention Guests)
Yaitu tamu-tamu yang membutuhkan perhatian lebih/khusus, seperti tamu yang sudah tinggal lama dalam sebuah hotel, tamu yang sakit, tamu yang sudah lanjut usia, tamu cacat, dan lain sebagainya.

VIPs (Very Important Persons)
Yaitu tamu-tamu yang dianggap penting dalam sebuah hotel, seperti selebritis, tamu yang menginap di kamar mahal, para pejabat pemerintahan, pimpinan perusahaan, langganan tetap dan lain sebagainya.

Regular Guest
Yaitu tamu biasa yang menginap di sebuah hotel.  Umumnya tamu tersebut menginap pada sebuah hotel tanpa membuat reservasi terlebih dulu. Regular guest sering disebut Walking guest.

Walaupun ada perbedaan istilah jenis tamu, seperti yang diuraikan di atas bukan berarti untuk membedakan perlakuan dalam melayani tamu.  Setiap tamu yang datang untuk check in ke hotel layak untuk mendapatkan pelayanan prima oleh pihak hotel.  Setiap tamu adalah istimewa ( every guest is special one )

Sumber:
Agusnawar. Resepsionis Hotel.2004. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Jumat, 14 Februari 2014

LOKASI PENYELENGGARAAN KONVENSI

Lokasi penyelenggaraan konvensi hendaknya mudah dicapai dari dan ke bandar udara, berdekatan dengan hotel-hotel tempat peserta atau delegasi menginap, terletak di pusat kota, dekat dengan kantor atau instansi pemerintahan, tidak jauh dari pusat perbelanjaan (shopping centre), bebas dari kemacetan lalu lintas menuju lokasi penyelenggaraan konvensi.

Namun dalam perkembangan bisnis industri wisata konvensi dewasa ini persyaratan untuk memilih lokasi konvensi menjadi kompleks. Hal tersebut dikarenakan semua tuntutan bisa terpenuhi.  Untuk itu para penyelenggara konvensi harus pandai-pandai dalam merancang penyelengaraan konvensi agar kekurangan yang ada dapat tertutupi dan penyelenggaraan konvensi tetap berjalan dengan baik dan tidak mengecewakan peserta atau delegasi konvensi.



Sabtu, 25 Januari 2014

KRATON KASULTANAN YOGYAKARTA

Kraton Yogyakarta Hadiningrat
Lebih dari 200 tahun yang lalu, tempat dimana Kraton sekarang berada, merupakan daerah rawa yang dikenal dengan nama Umbul Pachethokan, yang kemudian dibangun menjadi pesanggrahan yang bernama Ayodya.  Kraton Yogyakarta menghadap ke arah utara, pada arah poros utara selatan antara gunung Merapi dan laut Selatan. Kraton ini dipimpin oleh seorang raja yang bergelar Sultan.  Saat ini tampuk kekuasaan dipegang oleh Sultan Hamengku Buwono X yang juga menjabat sebagai Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
 
Raja menerima pisowanan
Dalam Balairung Kraton, dapat disaksikan adegan pisowanan (Persidangan) Agung, dimana Sri Sultan duduk di Singgasana dihadap para pemangku jabatan istana. Tempat ini biasanya juga dipergunakan untuk penyelenggaraan upacara-upacara resmi Kraton Yogyakarta, seperti Jumenengan.







Patung Dwarapala
Regol Donopratopo yang menghubungkan halaman Sri Manganti dengan halaman inti Kraton, dijaga oleh 2 (dua) patung Dwarapala yang diberi nama Cingkarabala dan Balaupata, yang melambangkan kepribadian baik dari manusia, yang selalu menggemakan suara hatinya, agar selalu berbuat baik dan melarang perbuatan yang jahat.

Di dalam halaman inti Kraton, antara lain dapat dilihat bangunan tempat tinggal Sri Sultan sehari-hari, tempat Sri Sultan menerima tamu kehormatan, tempat untuk berpesta, tempat para tamu beristirahat atau merapikan pakaian, serta gedung-gedung dan bangunan yang lain.  Di tempat ini juga terdapat Keputren, atau tempat-tempat tinggal putri Sultan yang belum menikah. Tempat yang terakhir ini terlarang bagi kunjungan wisatawan.

Selama berkunjung di lingkungan kraton ini, para wisatawan dapat menyaksikan kemegahan dan keagungan Kasultanan Yogyakarta sebagai sumber kebudayaan Jawa, sekaligus sebagai pusat pemerintahan Kasultanan Yogyakarta.

Sumber:  Petunjuk Wisata Yogyakarta. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi DIY.

Rabu, 01 Januari 2014

FRONT OFFICE


TUJUAN DAN FUNGSI  KANTOR DEPAN (FRONT OFFICE)


Kantor depan (front office) adalah cermin dari kualitas hotel untuk pertama kali bagi tamu saat memasuki hotel.  Oleh sebab itu, bagian ini merupakan salah satu bagian yang paling penting dalam hal mewujudkan tujuan hotel.

Tujuan kantor depan antara lain adalah:
  1.  Meningkatkan tingkat hunian kamar
  2. Meningkatkan jumlah tamu langganan
  3. Memenuhi kebutuhan dan kepuasan tamu dengan baik, tepat dan cepat.
  4. Membentuk citra hotel positif

Kantor depan memiliki fungsi sebagai berikut:
  1. Menjual kamar
  2. Memberikan informasi tentang seluruh produk hotel
  3. Mengkoordinasikan ke bagian lain yang terkait.
  4. Melaporkan status kamar terkini
  5. Mencatat, memeriksa pembayaran tamu
  6. Membuat laporan
  7. Memberikan pelayanan telekomunikasi
  8. Memberikan pelayanan barang bawaan tamu
  9. Menyelesaikan keluhan tamu

Minggu, 29 Desember 2013

JENIS KEGIATAN YANG TERKAIT DENGAN MICE




DEBAT (DEBATE)
Suatu pertemuan tentang sesuatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat atau pendirian.

FORUM
Suatu pertemuan atau bagian dari pertemuan yang menampilkan diskusi terbuka untuk masalah yang sedang menjadi pembicaraan umum/hangat dan menarik untuk dikaji bagi peserta pertemuan.

INCENTIVE TOUR (TRAVEL PROGRAM)
Suatu kegiatan perjalanan yang diselenggarakan oleh suatu perusahaan untuk karyawan atau mitra usaha sebagai imbalan penghargaan atas prestasi mereka dalam kaitan penyelenggaraan konvensi yang membahas perkembangan kegiatan perusahaan yang bersangkutan.

JUMPA PERS (PRESS CONFERENCE)
Suatu pertemuan khusus yang dihadiri oleh insan media (wartawan surat kabar, majalah, radio, TV) dengan sosok public figure (tokoh, artis, dll) atau wakil organisasi/asosiasi/lembaga dalam memberikan informasi/berita yang berkembang dalam masyarakat atau menyangkut pribadi seseorang.

Minggu, 15 Desember 2013

PAMERAN (EXHIBITION)



Pameran (exhibition) merupakan salah satu cara atau media penyebaran informasi, perkenalan sekaligus pemasaran suatu produk, baik bentuk gagasan maupun barang.  Dikaitkan dengan kegiatan konvensi, pameran dapat dibedakan menjadi:

Industrial show (pameran industri) adalah kegiatan pameran yang dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan pembuat alat-alat dan produk-produk tertentu untuk menggelar hasil karyanya bagi umum dan perusahaan lain yang berminat untuk membelinya.  Kegiatan pameran ini juga dibarengi dengan seminar dan peragaan untuk menjelaskan teknik, liku-liku serta proses pembuatan produk yang dihasilkan. Pembeli dapat mempergunakan produk tersebut secara langsung atau bila dia pengusaha akan menjadikan produk itu contoh untuk dibikin sendiri dengan modifikasi dan kemudian dijual kembali.

Trade show (pameran dagang) adalah pameran untuk berdagang.   Pembeli datang berkunjung ke pameran ini untuk membeli produk demi kebutuhan sendiri atau diperjualbelikan kembali dalam jumlah yang banyak.   
Professional or scientific exhibition (pameran ilmiah atau profesional) adalah pameran yang dikaitkan dengan persidangan kelompok-kelompok profesional, guru, ilmuwan dan mereka yang merupakan pemakai akhir (end users) dari produk atau jasa pelayanan yang digelar dalam pameran tersebut.

Pubic Show adalah pameran atau display yang ditujukan kepada masyarakat umum dan untuk memberikan penjelasan mengenai keberhasilan dari suatu kelompok atau negara dengan maksud menanamkan rasa kebanggaan. Misalnya, peringatan hari TNI setiap tanggal 5 Oktober.

Sumber:  Pendit, Nyoman S. Wisata Konvensi Potensi Gede Bisnis Besar. 1999. Gramedia. Jakarta
                Kesrul. Meeting, Incentive Trip, Conference, Exhibition.2004.Graha Ilmu. Yogyakarta.