Rabu, 05 Maret 2014

ALASAN TAMU MEMILIH SEBUAH HOTEL

Dalam memberikan pelayanan yang berkualitas seorang resepsionis harus memahami kebutuhan dan keinginan para tamu.  Pelayanan yang berkualitas, produk yang baik, sikap karyawan yang sopan dan ramah, serta citra hotel merupakan bagian penting yang harus diperhatikan karena berpengaruh pada kesan para tamu terhadap suatu hotel.

Setiap resepsionis hotel adalah seorang perwakilan hotel dimana ia bekerja.  Apabila tindakan dan perkataan seorang resepsionis tidak sesuai dengan harapan tamu, maka dapat dikatakan bahwa pelayanan hotel tersebut belum memenuhi standar.  Dengan kata lain "services is business".

Beberapa alasan seorang tamu memilih sebuah hotel untuk tinggal sementara waktu dipengaruhi oleh faktor-faktor:
  • Central location (lokasi yang strategis)
  • Good and pleasant services (pelayanan yang bagus, menyenangkan dan memuaskan)
  • Air Conditioning (seluruh ruangan hotel ber AC)
  • Conveniences; near to shopping areas, post office, banks (dekat dengan pusat bisnis)
  • Good foods (makanan yang higienis)
  • Reputation (reputasi hotel yang baik)
  • Comfort (suasana yang nyaman)
  • Friendlines of the service personal (petugas yang ramah, sopan, ringan tangan, dsb)
  • Reasonable rate (harga terjangkau)
  • Housekeeping (kebersihan hotel)
  • Efficient and fast service (pelayaan yang cepat dan efisien)


Berikut ini kami sajikan salah satu hasil survei yang dilakukan Market Metrix (dalam persentase responden) :
Lokasi - 30,2
Harga - 15,7
Pengalaman di masa lalu - 11,9
Pilihan orang lain 7,5
Direkomendasi oleh teman atau kolega - 6,8
Reputasi dari hotel atau jaringan dari hotel tersebut - 5,5
Promo khusus - 5,0
Dekat dengan lokasi suatu konvensi atau acara - 4,0
Program loyalitas - 3,8
Lainnya - 3,3
Ulasan positif di situs online - 2,9
Amenities spesial, fasilitas, atau layanan - 2,7
Program ramah lingkungan yang diterapkan hotel - 0,5

Sumber:
Agusnawar. Resepsionis Hotel. 2004.  Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
www.kompas.com


 

Minggu, 02 Maret 2014

CANDI PRAMBANAN

Candi Prambanan merupakan peninggalan agama Hindu terbesar di kawasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.  Candi Prambanan merupakan kompleks percandian dengan candi induk menghadap ke arah timur.  Bentuknya secara keseluruhan menyerupai gunungan pada wayang kulit. Tinggi puncak candi mencapai 47 meter.

Agama Hindu mengenal Tri Murti, yang terdiri dari Dewa Brahma sebagai Pencipta, Dewa Wishnu sebagai sang pemelihara dan Dewa Shiwa sebagai sang Perusak.

Kamis, 20 Februari 2014

PRIBADI YANG MENARIK DAN BERPENGARUH

Pribadi yang kuat dan berpengaruh adalah pribadi yang mempunyai ciri-ciri familiar, supel, ramah, tangkas, cekatan, tekun, gigih dan mampu me-manage kemampuan dan energi yang ia keluarkan dengan baik dan kontinyu. Ciri, sikap dan kemampuan-kemampuan yang dimiliki tersebut, ia manfaatkan sebaik mungkin guna merealisasikan sebuah target dan tujuan yang paling baik.  Hal ini diikuti dengan menjauhi perilaku menghambur-hamburkan waktu luang, apalagi sampai menggunakan untuk hal-hal yang bisa merugikan orang lain.

Pribadi familiar dan menarik seperti ini akan selalu melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi orang lain serta selalu mendukung setiap aktivitas yang membawa kebaikan dan dampak positif bagi masyarakat umum.  Tidak berlebihan kiranya jika kita menyebut orang yang mempunyai kepribadian seperti ini sebagai pembawa cahaya di atas cahaya.  Ia adalah sosok yang mampu menyelesaikan berbagai problem yang sedang dihadapi masyarakat sekitarnya dengan baik dan benar.  Ia akan selalu memberikan kontribusi positif bagi orang lain dan akan selalu menebarkan "udara optimistis" dan harapan-harapan bagi orang lain untuk menuju ke cakrawala yang lebih luas.

Minggu, 16 Februari 2014

LAMBANG WARNA DALAM SESAJEN AGAMA HINDU

Banten atau sajen yang berwarna-warni tersusun sangat indah dan artistik yang terdiri dari daun, buah serta bunga, janganlah dikira warna-warni tersebut tidak mempunyai arti, dan disusun menurut selera sendiri.  Daun ambu (daun enau muda) berwarna merah, Dewanya Brahma, penggunaannya banyak untuk caru terletak dibagian dasar sebagai lambang penciptaan.  Daun selepan (daun kelapa yang hijau) dan ron (daun enau hijau tua) adalah lambang hitam, warna hijau hitam disamakan, sebagai lambang Dewa Wisnu, simbol pengayoman.  Daun busung (janur kuning) berwarna kuning, dewanya Mahadewa lambang cinta kasih.  Daun rontal berwarna putih jika sudah dikeringkan simbol dari kesucian, Dewanya Iswara.
Demikian pula buah-buahan, bunga-bungaan, binatang selalu dikaitkan dengan warna dan magic power dari Dewa yang menguasainya.  Bagian-bagian dari tubuhpun digambarkan sebagai stana (tempak duduk) dari dewa-dewa dari warna kekhususannya.  Demikianlah hati berwarna merah simbol Brahma, empedu berwarna hijau tua sebagai stana Wisnu, dan pepusuh (jantung putih), sebagai stana Siwa.

Sabtu, 15 Februari 2014

JENIS-JENIS TAMU HOTEL

Tamu adalah bagian yang tak terpisahkan dari sebuah usaha hotel.  Oleh karena itu, seorang tamu layak mengharapkan dan mendapatkan pelayanan yang profesional dari sebuah hotel.  Setiap tamu ingin memperoleh sesuatu yang melebihi nilai yang diharapkannya dari harga yang mereka bayar.  Untuk itu seorang resepsionist jangan sampai membuat tamu memiliki kesan bahwa harga yang mereka bayar tidak sepadan dengan pelayanan yang mereka peroleh.

Umumnya jenis-jenis tamu yang menginap di suatu hotel dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

Domestic Tourist
Yaitu wisatawan lokal/daerah dimana dia tinggal/menginap pada suatu hotel, misalnya pada waktu weekend, special function dan atau untuk aktivitas lain.

FITs (Free Independent Travellers)
Yaitu wisatawan internasional yang melakukan perjalanan secara individual dan tidak terikat dalam suatu rombongan/grup.  Biasanya jenis tamu FITs melakukan reservasi kamar secara langsung ke hotel dan umumnya hanya memesan kamar (room only).

GITs (Group Inclusive Tours)
Yaitu rombongan wisatawan yang melakukan perjalanan secara bersamaan dalam suatu package tour.  Biasanya tamu jenis ini melakukan perjalanan dengan perantara travel agent. 

SITs (Special Interest Tours)
Yaitu suatu rombongan yang berkunjung ke suatu tempat, biasanya dengan tujuan khusus seperti mengunjungi candi Borobudur dan sebagainya.

CIPs (Commercially Important Persons)
Yaitu para tamu atau executive dari suatu perusahaan besar yang selalu bepergian dan menginap di hotel mewah.  Biasanya reservasi kamarnya dilakukan oleh sekretaris atau asistennya.

SPATTs (Special Attention Guests)
Yaitu tamu-tamu yang membutuhkan perhatian lebih/khusus, seperti tamu yang sudah tinggal lama dalam sebuah hotel, tamu yang sakit, tamu yang sudah lanjut usia, tamu cacat, dan lain sebagainya.

VIPs (Very Important Persons)
Yaitu tamu-tamu yang dianggap penting dalam sebuah hotel, seperti selebritis, tamu yang menginap di kamar mahal, para pejabat pemerintahan, pimpinan perusahaan, langganan tetap dan lain sebagainya.

Regular Guest
Yaitu tamu biasa yang menginap di sebuah hotel.  Umumnya tamu tersebut menginap pada sebuah hotel tanpa membuat reservasi terlebih dulu. Regular guest sering disebut Walking guest.

Walaupun ada perbedaan istilah jenis tamu, seperti yang diuraikan di atas bukan berarti untuk membedakan perlakuan dalam melayani tamu.  Setiap tamu yang datang untuk check in ke hotel layak untuk mendapatkan pelayanan prima oleh pihak hotel.  Setiap tamu adalah istimewa ( every guest is special one )

Sumber:
Agusnawar. Resepsionis Hotel.2004. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Jumat, 14 Februari 2014

LOKASI PENYELENGGARAAN KONVENSI

Lokasi penyelenggaraan konvensi hendaknya mudah dicapai dari dan ke bandar udara, berdekatan dengan hotel-hotel tempat peserta atau delegasi menginap, terletak di pusat kota, dekat dengan kantor atau instansi pemerintahan, tidak jauh dari pusat perbelanjaan (shopping centre), bebas dari kemacetan lalu lintas menuju lokasi penyelenggaraan konvensi.

Namun dalam perkembangan bisnis industri wisata konvensi dewasa ini persyaratan untuk memilih lokasi konvensi menjadi kompleks. Hal tersebut dikarenakan semua tuntutan bisa terpenuhi.  Untuk itu para penyelenggara konvensi harus pandai-pandai dalam merancang penyelengaraan konvensi agar kekurangan yang ada dapat tertutupi dan penyelenggaraan konvensi tetap berjalan dengan baik dan tidak mengecewakan peserta atau delegasi konvensi.



Sabtu, 25 Januari 2014

KRATON KASULTANAN YOGYAKARTA

Kraton Yogyakarta Hadiningrat
Lebih dari 200 tahun yang lalu, tempat dimana Kraton sekarang berada, merupakan daerah rawa yang dikenal dengan nama Umbul Pachethokan, yang kemudian dibangun menjadi pesanggrahan yang bernama Ayodya.  Kraton Yogyakarta menghadap ke arah utara, pada arah poros utara selatan antara gunung Merapi dan laut Selatan. Kraton ini dipimpin oleh seorang raja yang bergelar Sultan.  Saat ini tampuk kekuasaan dipegang oleh Sultan Hamengku Buwono X yang juga menjabat sebagai Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
 
Raja menerima pisowanan
Dalam Balairung Kraton, dapat disaksikan adegan pisowanan (Persidangan) Agung, dimana Sri Sultan duduk di Singgasana dihadap para pemangku jabatan istana. Tempat ini biasanya juga dipergunakan untuk penyelenggaraan upacara-upacara resmi Kraton Yogyakarta, seperti Jumenengan.







Patung Dwarapala
Regol Donopratopo yang menghubungkan halaman Sri Manganti dengan halaman inti Kraton, dijaga oleh 2 (dua) patung Dwarapala yang diberi nama Cingkarabala dan Balaupata, yang melambangkan kepribadian baik dari manusia, yang selalu menggemakan suara hatinya, agar selalu berbuat baik dan melarang perbuatan yang jahat.

Di dalam halaman inti Kraton, antara lain dapat dilihat bangunan tempat tinggal Sri Sultan sehari-hari, tempat Sri Sultan menerima tamu kehormatan, tempat untuk berpesta, tempat para tamu beristirahat atau merapikan pakaian, serta gedung-gedung dan bangunan yang lain.  Di tempat ini juga terdapat Keputren, atau tempat-tempat tinggal putri Sultan yang belum menikah. Tempat yang terakhir ini terlarang bagi kunjungan wisatawan.

Selama berkunjung di lingkungan kraton ini, para wisatawan dapat menyaksikan kemegahan dan keagungan Kasultanan Yogyakarta sebagai sumber kebudayaan Jawa, sekaligus sebagai pusat pemerintahan Kasultanan Yogyakarta.

Sumber:  Petunjuk Wisata Yogyakarta. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi DIY.