Rabu, 10 September 2014

KLASIFIKASI HOTEL

1.   BERDASARKAN KELAS

      a.  Hotel Bintang Satu (*)
           -  Jumlah kamar standar minimum 15 kamar
           -  Kamar mandi di dalam
           -  Luas kamar standar minimum 20 m2

      b.  Hotel Bintang Dua (**)
           -  Jumlah kamar standar minimum 20 kamar
           -  Kamar suite minimum 1 kamar
           -  Kamar mandi di dalam
           -  Luas kamar standar minimum 22 m2
           -  Luas kamar suite minimum 44 m2

      c.  Hotel Bintang Tiga (***)
           -  Jumlah kamar standar minimum 30 kamar
           -  Kamar suite minimum 2 kamar
           -  Kamar mandi di dalam
           -  Luas kamar standar minimum 24 m2
           -  Luas kamar suite minimum 48 m2

      d.  Hotel Bintang Empat (****)
           -  Jumlah kamar standar minimum 5o kamar
           -  Kamar suite minimum 3 kamar
           -  Kamar mandi di dalam
           -  Luas kamar standar minimum 24 m2
           -  Luas kamar suite minimum 48 m2

Minggu, 17 Agustus 2014

PENGERTIAN BISNIS PERHOTELAN

Sumber:  Akomodasi Perhotelan Jilid I oleh Ni Wayan Suwithi, dkk

Berikut ini dikutip beberapa pengertian hotel:

Menurut kamur Oxford, The Advance Learner"s Dictionary adalah: "Building where meals and rooms are provided for travelers."  Yang dapat diartikan sebagai bangunan (fisik) yang menyediakan layanan kamar, makanan dan minuman bagi tamu.

Menurut SK Menparpostel No. KM 37/PW.340/MPPT-86 tentang peraturan usaha dan pengelolaan hotel menyebutkan bahwa hotel adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa penginapan, makanan dan minuman serta jasa penunjang lainnya bagi umum yang dikelola secara komersial.

Menurut the American Hotel and Motel Association (AHMA) sebagaimana dikutip oleh Steadmon dan Kasavana: A hotel may be defined as an establishment whose primary business id providing lodging facilities for the general public and which furnishes one or more of the following services: food and beverage service, room attendant service, uniformed service, laundering of linens and use of furniture and fixtures.
Yang dapat diartikan sebagai berikut:
Hotel dapat didefinisikan sebagai sebuah bangunan yang dikelola secara komersial dengan memberikan fasilitas pelayanan sebagai berikut: pelayanan makan dan minum, pelayanan kamar, pelayanan barang bawaan, pencucian pakaian dan dapat menggunakan fasilitas/perabotan dan menikmati hiasan-hisana yang ada didalamnya.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa hotel adalah:
a. Menggunakan bangunan fisik
b. Menyediakan jasa penginapan, makanan dan minuman serta jasa lainnya.
c. Diperuntukkan bagi umum
d. Dikekola secara komersial

Di samping itu seringkali disediakan sarana penunjang, seperti fasilitas olah raga, bisnis centre, kolam renang, musik hidup dan jenis atraksi lainnya.  Layanan yang ramah mulai dari pimpinan puncak sampai dengan karyawan pelaksana diperlukan untuk memberikan kepuasan kepada setiap tamu.


Sabtu, 16 Agustus 2014

KARAKTERISTIK BISNIS PERHOTELAN

Sumber: Akomodasi Perhotelan Jilid I, Ni Wayan Suwithi , dkk

Produk bisnis perhotelan mempunyai empat karakteristik khusus, yaitu: produk nyata (tangible), tidak nyata (intangible), bersifat perishable dan non perisable.
Produk yang bersifat nyata antara lain; kamar, makanan, minuman, kolam renang dan sebagainya.
Produk bersifat perisable artinya bahwa produk tersebut hanya bisa dijual saat ini adalah produk tidak tahan lama yang dapat disimpan di gudang. Contohnya kamar hotel, bahan makanan segar yang tidak dapat disimpan seperti sayur mayur. Produk yang bersifat non perisable misalnya minuman keras, soft drink, perlengkapan tamu (guest supply and amenities).
Bisnis hotel mempunyai tujuan yaitu mendapatkan pendapatan seoptimal mungkin melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan tamu (guest need & wants).  Kepuasan tamu menjadi sasaran pelayanan

Minggu, 18 Mei 2014

SELAMAT DATANG HARAPAN BARU

Baru saja siswa kelas XII SMK maupun SMA usai menempuh Ujian Nasional tahun ajaran 2013/2014.  Hal itu berarti usai sudah pendidikan anda di tingkat pendidikan menengah.  Berbagai ragam ilmu dan peristiwa telah anda lalui.  Ada yang bisa membuat anda tersenyum, tertawa, mengernyitkan dahi, mengelus dada atau bahkan yang membuat anda menangis.

Sebagai manusia yang beragama sudah sepatutnyalah kita berucap syukur atas semua peristiwa yang telah kita lalui. Tentunya peristiwa-peristiwa itu tidak bisa kita anggap sebagai angin lalu. Dari berbagai macam peristiwa baik suka maupun duka pasti ada hikmah dan artinya.  Sebagai manusia yang cerdas dan bertakwa, diharapkan kita mampu mengambil berbagai pelajaran positif untuk memperbaiki kehidupan kita di masa mendatang.

Lulus SMK atau SMA bukan berarti usai perjuangan anda.  Justru saat inilah perjuangan anda untuk kehidupan selanjutnya baru dimulai. Anda akan memulai babak baru. Andapun akan memasang target baru. Melihat kenyataan saat ini bahwa  lapangan pekerjaan sangat terbatas, maka harapan baik dimasa yang akan datang sangat bergantung dari usaha yang anda lakukan. Namun tetaplah optimis dalam menjalaninya.

Sabtu, 17 Mei 2014

APA VALUE HIDUPMU?

Oleh: Jamil Azzaini (Inspirator Sukses Mulia)

Pernahkah Anda perhatikan, produk yang hampir sama tetapi harganya berbeda?  Satu gelas kopi, misalnya; harganya bisa selisih 5 kali lipat. Sama-sama keripik singkong, harganya bisa jauh berbeda.  Apa yang membuat suatu produk memiliki harga jauh lebaih mahal dibandingkan produk lain?  Salah satunya karena produk itu mempunyai nilai tambah (value added).

Sama dengan manusia, apabila kita ingin memiliki nilai atau harga yang tinggi milikilah value added.  Pondasi dasar agar kita memiliki value added adalah kita harus punya value yang melekat dalam diri kita.  Dengan value semua hal yang ingin kita kerjakan mempunyai nilai dan energi yang besar.

Untuk mengetahui value yang melekat pada diri Anda, maka Anda harus mampu menjawab setidaknya dua pertanyaan.  Pertama; saat Anda pada prestasi terbaik, nilai-nilai apa yang Anda terapkan pada waktu itu? Kedua, saat Anda dalam kondisi terpuruk, nilai-nilai apa yang terabaikan pada waktu itu?

Jumat, 09 Mei 2014

KAWAH GUNUNG TANGKUBAN PARAHU JAWA BARAT

Gunung Tangkuban Parahu adalah salah satu gunung yang terletak di propinsi Jawa Barat Indonesia. Terletak sekitar 20 km arah utara kota Bandung. Dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh disekitarnya, gunung ini mempunyai ketinggian 2.083 meter (6.837 kaki).  Jenis gunung ini adalah Stratovulcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat.  Jenis batuan yang dikeluarkan melalui letusan kebanyakan  adalah lava dan sulfur, mineral yang dikeluarkan adalah sulfur belerang. Mineral yang dikeluarkan saat gunung tidak aktif adalah uap belerang.  Suhu rata-rata harian adala 17 derajat celcius pada siang hari dan 2 derajat celcius pada malam hari.

Di gunung Tangkuban Perahu terdapat beberapa kawah, yaitu:

Kawah Ratu

Menikmati pemandangan kawah Ratu seperti melihat mangkuk raksasa.  Saat cuaca cerah, lekukan tanah pada dinding kawah dan dasar kawah menawarkan pemandangan yang sangat eksotis. Kawah ini merupakan kawah terbesar dibandingkan delapan kawah yang lain. Pengunjung dapat menyewa kuda yang disediakan di dekat kawah ini. Namun jika pengunjung hanya ingin menikmati pemandangan, pengunjung dapat berdiri di bibir kawah yang dibatasi oleh pagar kayu.



Rabu, 30 April 2014

SYARAT-SYARAT JABATAN RESEPSIONIS HOTEL

Resepsionis hotel merupakan fungsi yang sangat penting karena ia adalah cerminan suatu hotel.  Citra hotel akan banyak bergantung padanya.  Dengan demikian karyawan yang ditunjuk oleh hotel haruslah seseorang yang profesional dan berkepribadian baik. Jika tamu dalam kunjungan pertamanya ke suatu hotel mendapat citra yang kurang baik, maka hal ini akan berpengaruh buruk pada kunjungan tamu tersebut di masa yang akan datang.

Mengingat begitu pentingnya kedudukan resepsionis dalam sebuah hotel.  Dalam buku Front Office Training Manual (1982:12), Sudhir Andrews menjelaskan bahwa syarat-syarat jabatan seorang resepsionis adalah sebagai berikut:

A.  Salesman
Seorang Resepsionis hendaknya mampu mendorong tamu (to motive the guest) untuk menghabiskan uangnya di hotel karena tugas resepsionis adalah menjual kamar dan fasilitas hotel lainnya.

B.  Problem Solver (pemecah masalah)
Karena front desk letaknya strategis, para tamu hotel dengan berbagai kepentingannya cenderung menghubungi front desk untuk mendapatkan bantuan guna memecahkan masalah yang dihadapi atau untuk menyampaikan keluhannya sehubungan dengan pelayanan, fasilitas maupun perilaku karyawan hotel tersebut.  Yang perlu dingat oleh seorang resepsionis hotel dalam usahanya membantu memecahkan masalah tersebut adalah ia harus selalu bertindak diplomatis dan mampu memecahkan masalah dengan cepat.

C.  A Reference Point (penghubung)
Para tamu memerlukan informasi atau mereka menyampaikan informasi untuk diteruskan.  Resepsionis hotel adalah petugas yang akan mereka hubungi.  Dalam hal ini apapun yang akan dilakukan sehubungan dengan tamu yang berkaitan dengan berbagai departemen di hotel juga umumnya dilakukan melalui resepsionis hotel.  Oleh karena itu, ketrampilan untuk menerima dan meneruskan informasi perlu dimiliki oleh resepsionis hotel.

D.  Coordinators (koordinasi)
Kegiatan yang dilakukan di berbagai departemen di hotel ditujukan untuk memperlancar pelayanan serta memberikan kepuasan kepada para tamu hotel.  Sesuai dengan fungsinya sebagai penghubung, resepsionis hotel perlu melakukan koordinasi dengan departemen lainnya, seperti; travel agent, airline dan lain sebagainya guna kepentingan pelayanan yang baik kepada tamu.

E.  Image Builders (Pembentuk Citra Hotel)
Front desk adalah showroom hotel karena berlokasi di tempat yang strategis dan mudah ditemukan atau dijangkau oleh para tamu.  Resepsionis memiliki peluang untuk mengembangkan citra hotel dengan berpenampilan yang baik dan sopan serta berkomunikasi dengan baik dan efisien.

Selain faktor-faktor di atas, untuk menunjukkan seseorang untuk menjabat sebagai resepsionis perlu juga diperhatikan atau didukung dengan faktor pengalaman kerja dan pendidikannya.


Sumber:  Agusnawar. Resepsionis Hotel. 2004. Gramedia Pustaka Utama.Jakarta