Selasa, 23 September 2014

KARAKTERISTIK INDUSTRI MICE

Sumber :  Kesrul, MICE.Graha Ilmu. Yogyakarta. 2004

Penanganan industri MICE berbeda dengan penanganan perjalanan wisata biasa.  Untuk itu agar kita lebih maksimal dalam penangannya maka kita harus mengetahui beberapa karakteristik MICE berikut ini:
 a.  Jumlah peserta MICE yang menghadiri konvensi dan pameran umumnya cukup besar atau grup
 b.  Status tingkatan golongan dari peserta biasanya mennengah ke atas. (businessman)
 c.  Biaya pengeluaran yang dikeluarkan jauh lebih.
 d.  Menciptakan lapangan kerja baru.
 e.  Sebagai media promosi yang efektif
 f.  Kesempatan pelaksanaan dilakukan pada saat low seson
 g. Membuka dan menciptakan tujuan wisata menjadi pusat bisnis
 h.  Perserta hampir dipastikan membawa paspor

Minggu, 21 September 2014

PINTAR SAJA TIDAK CUKUP

Kebanyakan orang tua menginginkan anaknya untuk selalu mendapatkan peringkat di sekolahnya.  Mereka berharap anaknya masuk ke 10 besar, 5 besar atau bahkan 3 besar.  Banyak orang tua yang lupa bahwa titipan Alloh SWT ini mempunyai kemampuan yang berbeda-beda.  Setiap orang diciptakan dengan dibekali oleh kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Bisa kita bayangkan, alangkah lucunya dunia ini jika setiap manusia mempunyai sifat yang sama. Bisa dipastikan jika masing-masing tidak ada yang mau mengalah.

Disinilah, pembentukan karakter seseorang diperlukan. Karakter seseorang biasanya akan sangat dipengaruhi oleh lingkungan dimana dia tinggal, dengan siapa dia bergaul dan bagaimana keluarga memperlakukannya.  

Siswa yang pandai adalah harapan semua orang, namun siswa yang pandai dalam bidang akademik belum tentu dapat menjamin keberhasilan dalam hidupnya. Siswa pandai tanpa diimbangi dengan karakter yang baik, kepandaiannya akan sia-sia. Kepandaian yang dimiliki dalam bidang akademik tidak dapat menjamin seseorang berhasil dalam pekerjaannya, walau tidak sedikit orang yang pandai dalam akademik yang sekarang menjadi orang populer.  Namun perlu diyakini bahwa keberhasilan yang dicapai tidak hanya bergantung pada nilai akademik saja.

Dalam kurikulum 2013 telah diterapkan konsep bahwa sikap lebih diutamakan daripada ketrampilan dan pengetahuan.  Karena generasi muda yang sekarang ada telah banyak melupakan aspek moral. Dia lebih mengutamakan aspek materialnya.  Untuk itu ke depan diharapkan generasi penerus bangsa lebih mengutamakan karakter yang positif agar negara ini tetap jaya dan makmur serta masyarakatnya mempunyai akhlak yang mulia.

Sabtu, 20 September 2014

KONSENTRASI BELAJAR PADA ANAK

Sumber :  Budhy Lestari, S.Psi, Psi dalam majalah Hadila edisi September 2014

Konsentrasi belajar merupakan suatu kemampuan seorang anak untuk mampu fokus dengan apa yang dia pelajari secara utuh dan tuntas.  Keberhasilan belajar (konsentrasi) tidak hanya dipengaruhi oleh kecerdasan, tapi juga oleh banyak faktor, diantaranya:

Pertama:  faktor fisik (kesehatan anak).
Jika fisik anak sehat, cukup istirahat, maka anak akan ceria, senang, fokus, enjoy dalam menjalani hari-hari begitu pula ketika belajar.

Kedua:  suasana lingkungan (rumah, sekolah)
Ketika suasana rumah sejuk, damai, harmonis, dapat membangkitkan semangat anak untuk belajar.  Ini juga berlaku di sekolah.  Apabila sebaliknya, sekolah bising, panas dan pengap, akan menghambat belajar (anak cepat lelah dan mudah emosi)

Ketiga:  suasana batin anak sangat berpengaruh pada naik turunnya semangat belajar dan konsentrasi.  Misal anak menjadi antipati pada pelajaran tertentu karena ada pengalaman tidak menyenangkan dengan gurunya, anak merasa selalu gagal pada mata pelajaran itu, atau anak stres karena tuntutan menjadi juara dari orang tuanya.

Pada awalnya orang tua mendampingi belajar anak. Namun agar anak tidak selalu tergantung pada orang tua, maka secara bertahap anak kita latih untuk belajar mandiri.  Insya Alloh kemampuan konsentrasi anak akan lebih melekat seiring munculnya rasa tanggung jawab dalam diri dan proses pendampingan orang tua secara berkelanjutan. Semoga bermanfaat.

Rabu, 17 September 2014

HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN KEGIATAN MICE

Struktur dan operasional dari MICE :
  • Supplier wisata konvensi: suatu badan hukum, perorangan, sekelompok orang yang menyediakan sarana wisata konvensi maupun berupa akomodasi, fasilitas konvensi, sarana liburan, perjalanan, rekreasi dan souvenir.
  • Host country :  negara yang menjadi tuan rumah suatu konvensi
  • Audio visual :  sarana komunikasi; film, video, slides yang digunakan dalam sales promotion campaign, untuk memberikan informasi pada yang berkepentingan secara tepat guna dan berhasil guna.
  • Decision Maker :  pejabat executive yang mempunyai wewenang mengambil keputusan tentang penyelenggaraan MICE.
  • Profesional Confference Organization (PCO):  Suatu badan hukum, perorangan atau sekelompok orang yang bertugas merencanakan, mempersiapkan dan mengkoordinir penyelenggaraan konvensi secara profesional.  PCO umumnya bertindak sebagai konsultan bagi komite penyelenggara.
  • Komite Pengarah/Steering Commitee :  Sekelompok orang yang bertugas memberikan pengarahan suatu kegiatan seperti penyelenggaraan suatu konvensi.
  • Komite Penyelenggara / Organizing Commitee :  Sekelompok orang yang menjadi anggota panitia suatu kegiatan dengan tugas merencanakan, mempersiapkan dan menyelenggarakan suatu kegiatan konvensi.

Jenis-Jenis Kegiatan MICE :

  1.  Olah raga  ( pertandingan profesional, kompetisi peringkat, pertandingan persahabatan, lomba-lomba, dll)
  2. Seni ( pementasan, institusional, lomba/festival, apresiasi, fashion show)
  3. Topik Wicara (diskusi, seminar, sarasehan, talk show, dialog, variety show, presentasi, dsb)
  4. Pameran (pameran komoditas perdagangan, pameran seni)
  5. Pribadi (pesta pernikahan, pesta ulang tahun, syukuran, jabatan baru, pisah sambut, pesta peringatan pribadi)
Yang termasuk jasa pemasok dalam MICE diantaranya adalah:
a.  Katering
b.  Stage Supplier
c.  Lighting
d.  Booth Production House
e.  Advertising Production House
f.  Security (keamanan)
g. Venue (tempat)
h. Akomodasi
i. Transportasi
j. Tenaga Kesehatan


Sumber : diolah dari berbagai sumber

Rabu, 10 September 2014

KLASIFIKASI HOTEL

1.   BERDASARKAN KELAS

      a.  Hotel Bintang Satu (*)
           -  Jumlah kamar standar minimum 15 kamar
           -  Kamar mandi di dalam
           -  Luas kamar standar minimum 20 m2

      b.  Hotel Bintang Dua (**)
           -  Jumlah kamar standar minimum 20 kamar
           -  Kamar suite minimum 1 kamar
           -  Kamar mandi di dalam
           -  Luas kamar standar minimum 22 m2
           -  Luas kamar suite minimum 44 m2

      c.  Hotel Bintang Tiga (***)
           -  Jumlah kamar standar minimum 30 kamar
           -  Kamar suite minimum 2 kamar
           -  Kamar mandi di dalam
           -  Luas kamar standar minimum 24 m2
           -  Luas kamar suite minimum 48 m2

      d.  Hotel Bintang Empat (****)
           -  Jumlah kamar standar minimum 5o kamar
           -  Kamar suite minimum 3 kamar
           -  Kamar mandi di dalam
           -  Luas kamar standar minimum 24 m2
           -  Luas kamar suite minimum 48 m2

Minggu, 17 Agustus 2014

PENGERTIAN BISNIS PERHOTELAN

Sumber:  Akomodasi Perhotelan Jilid I oleh Ni Wayan Suwithi, dkk

Berikut ini dikutip beberapa pengertian hotel:

Menurut kamur Oxford, The Advance Learner"s Dictionary adalah: "Building where meals and rooms are provided for travelers."  Yang dapat diartikan sebagai bangunan (fisik) yang menyediakan layanan kamar, makanan dan minuman bagi tamu.

Menurut SK Menparpostel No. KM 37/PW.340/MPPT-86 tentang peraturan usaha dan pengelolaan hotel menyebutkan bahwa hotel adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa penginapan, makanan dan minuman serta jasa penunjang lainnya bagi umum yang dikelola secara komersial.

Menurut the American Hotel and Motel Association (AHMA) sebagaimana dikutip oleh Steadmon dan Kasavana: A hotel may be defined as an establishment whose primary business id providing lodging facilities for the general public and which furnishes one or more of the following services: food and beverage service, room attendant service, uniformed service, laundering of linens and use of furniture and fixtures.
Yang dapat diartikan sebagai berikut:
Hotel dapat didefinisikan sebagai sebuah bangunan yang dikelola secara komersial dengan memberikan fasilitas pelayanan sebagai berikut: pelayanan makan dan minum, pelayanan kamar, pelayanan barang bawaan, pencucian pakaian dan dapat menggunakan fasilitas/perabotan dan menikmati hiasan-hisana yang ada didalamnya.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa hotel adalah:
a. Menggunakan bangunan fisik
b. Menyediakan jasa penginapan, makanan dan minuman serta jasa lainnya.
c. Diperuntukkan bagi umum
d. Dikekola secara komersial

Di samping itu seringkali disediakan sarana penunjang, seperti fasilitas olah raga, bisnis centre, kolam renang, musik hidup dan jenis atraksi lainnya.  Layanan yang ramah mulai dari pimpinan puncak sampai dengan karyawan pelaksana diperlukan untuk memberikan kepuasan kepada setiap tamu.


Sabtu, 16 Agustus 2014

KARAKTERISTIK BISNIS PERHOTELAN

Sumber: Akomodasi Perhotelan Jilid I, Ni Wayan Suwithi , dkk

Produk bisnis perhotelan mempunyai empat karakteristik khusus, yaitu: produk nyata (tangible), tidak nyata (intangible), bersifat perishable dan non perisable.
Produk yang bersifat nyata antara lain; kamar, makanan, minuman, kolam renang dan sebagainya.
Produk bersifat perisable artinya bahwa produk tersebut hanya bisa dijual saat ini adalah produk tidak tahan lama yang dapat disimpan di gudang. Contohnya kamar hotel, bahan makanan segar yang tidak dapat disimpan seperti sayur mayur. Produk yang bersifat non perisable misalnya minuman keras, soft drink, perlengkapan tamu (guest supply and amenities).
Bisnis hotel mempunyai tujuan yaitu mendapatkan pendapatan seoptimal mungkin melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan tamu (guest need & wants).  Kepuasan tamu menjadi sasaran pelayanan