OFFICIAL VISIT/EVENTS
Kegiatan audiensi dengan kepala negara atau pemimpin atau tokoh masyarakat terkemuka
LADIES PROGRAMME
Kunjungan ke panti asuhan, rumah sakit khusus, pusat organisasi wanita, pusat industri dan penjualan cinderamata.
PRE CONVENTION TOUR
Wisata sebelum konvensi dimulai
COCKTAIL PARTY
Jamuan perkenalan pra/pasca pembukaan konvensi
POST CONVENTION TOUR
Wisata setelah konvensi berakhir
FAREWEL PARTY
Jamuan setelah konvensi berakhir
ORIGINAL CULTURE/TECHNICAL VISITS
Kunjungan ke industri atau budaya asli
TRADITIONAL PARTY
Pergelaran seni atau makanan tradisi
UNIQUE OUTDOOR RECREATION
Rekreasi di alam bebas yang unik
Sumber: Diolah dari berbagai sumber
Blog ini merupakan kumpulan berbagai macam ilmu. Namun blogger lebih menekankan pada ilmu yang berhubungan dengan dunia pariwisata, seni, pendidikan karakter dan budi pekerti. Diharapkan generasi muda penerus bangsa dapat menjadi insan cendekia yang berbudi pekerti luhur dan berkarakter kuat. Semoga bermanfaat.
Senin, 14 September 2015
Minggu, 09 Agustus 2015
ASOSIASI YANG BERKAITAN DENGAN KEGIATAN MICE & EVENTS
PHRI (Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia)
Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia yang dalam hubungan antar bangsa disebut Indonesia Hotel and Restorant Association (IHRA) merupakan kelanjutan dari organisasi Indonesia Tourist Hotel Association (ITHA) yang didirikan pada tanggal 9 Pebruari 1969. PHRI berpusat di Jakarta.
ASITA (Asosiasi Indonesian Travel Agent)
Organisasi ini didirikan pada tanggal 7 Januari 1971
ASPERAPI (Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia)
AKKINDO (Asosiasi Kongres Konvensi Indonesia)
HIPAKINDO / SIPCO (Himpunan Pengelola Adilaksana Konvensi Indonesia / The Society on Indonesian Proffesional Convention Organizers)
PSEO (Penyelenggara Event Khusus atau Professional Special Events Organizer)
AEOC (Asosiasi Event Organizer Company)
UN WTO (United Nation-World Tourism Organization)
WTTC (World Travel and Tourism Council)
PATA (Pacific Asia Travel Associataion)
ICCA (International Congress and Convention Association)
TPO (Tourism Promotion Organization for Asian Pacific Cities)
IATA (International Air Transport Association)
GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia)
Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia yang dalam hubungan antar bangsa disebut Indonesia Hotel and Restorant Association (IHRA) merupakan kelanjutan dari organisasi Indonesia Tourist Hotel Association (ITHA) yang didirikan pada tanggal 9 Pebruari 1969. PHRI berpusat di Jakarta.
ASITA (Asosiasi Indonesian Travel Agent)
Organisasi ini didirikan pada tanggal 7 Januari 1971
ASPERAPI (Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia)
AKKINDO (Asosiasi Kongres Konvensi Indonesia)
HIPAKINDO / SIPCO (Himpunan Pengelola Adilaksana Konvensi Indonesia / The Society on Indonesian Proffesional Convention Organizers)
PSEO (Penyelenggara Event Khusus atau Professional Special Events Organizer)
AEOC (Asosiasi Event Organizer Company)
UN WTO (United Nation-World Tourism Organization)
WTTC (World Travel and Tourism Council)
PATA (Pacific Asia Travel Associataion)
ICCA (International Congress and Convention Association)
TPO (Tourism Promotion Organization for Asian Pacific Cities)
IATA (International Air Transport Association)
GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia)
Sabtu, 04 Juli 2015
ISTILAH-ISTILAH PENTING DALAM MICE
VENUE
Venue merupakan tempat atau lokasi diselenggaraknnya suatu kegiatan MICE. Contoh-contoh venue, diantaranya adalah:
1. Pusat Konvensi atau Pameran atau Balai Sidang
2. Gedung Serbaguna
3. Gedung Kesenian atau Pertunjukan
4. Gedung Pusat Niaga
5. Pekan Raya
6. Aula Universitas
7. Istora Senayan
8. Graha Pemuda
9. Hotel
10. Mall
11. Resort
12. Kapal Pesiar
13. Alun-alun, dsb
FASCIA
Merupakan lisplang pada stand, panel tempat dicantumkannya nama perusahaan atau peserta pameran
MARKING
Sebagai kegiatan pengukuran dan penenetuan titik-titik batas stand untuk suatu event pameran
SALES KIT / MARKETING KIT
Adalah perangkat penjualan sebagai bahan atau materi pegangan dalam menjual/memasarkan kegiatan MICE atau event
STANDARD STAND
Stand pameran dengan bentuk standard/asli, terdiri dari beberapa unit sistem yang seragam dalam satu baris, dibatasai oleh koridor di satu sisi, per unit berukuran 3 x 3 m , tinggi bagian belakang tidak boleh lebih dari 2.5 meter. Sudah termasuk fasilitas 1 buah meja, 2 buah kursi lipat, karpet, 2 buah lampu TL @ 40 watt, tempat sampah dan nama perusahaan atau peserta bahkan juga dapat termasuk tanaman hias.
IMPROVED STAND
Stand standard yang dikembangkan dengan berbagai hiasan dan dekorasi sesuai selera peserta
SPECIAL DESIGN STAND
Stand yang dibangun dengan desain khusus dengan ukuran yang beragam namun tetap sesuai dengan kapasitas ruangan/ lahan.
FLOOR PLAN PAMERAN
Merupakan suatu visualisasi tata letak stand secara keseluruhan pada sebuah event pameran dalam jangka waktu tertentu
Sumber: MICE & EVENTS, Arismiyati Nasution & Wa Ode Sifatu. Raharsa Utama Nusantara.
Bekasi. 2014
Venue merupakan tempat atau lokasi diselenggaraknnya suatu kegiatan MICE. Contoh-contoh venue, diantaranya adalah:
1. Pusat Konvensi atau Pameran atau Balai Sidang
2. Gedung Serbaguna
3. Gedung Kesenian atau Pertunjukan
4. Gedung Pusat Niaga
5. Pekan Raya
6. Aula Universitas
7. Istora Senayan
8. Graha Pemuda
9. Hotel
10. Mall
11. Resort
12. Kapal Pesiar
13. Alun-alun, dsb
FASCIA
Merupakan lisplang pada stand, panel tempat dicantumkannya nama perusahaan atau peserta pameran
MARKING
Sebagai kegiatan pengukuran dan penenetuan titik-titik batas stand untuk suatu event pameran
SALES KIT / MARKETING KIT
Adalah perangkat penjualan sebagai bahan atau materi pegangan dalam menjual/memasarkan kegiatan MICE atau event
STANDARD STAND
Stand pameran dengan bentuk standard/asli, terdiri dari beberapa unit sistem yang seragam dalam satu baris, dibatasai oleh koridor di satu sisi, per unit berukuran 3 x 3 m , tinggi bagian belakang tidak boleh lebih dari 2.5 meter. Sudah termasuk fasilitas 1 buah meja, 2 buah kursi lipat, karpet, 2 buah lampu TL @ 40 watt, tempat sampah dan nama perusahaan atau peserta bahkan juga dapat termasuk tanaman hias.
IMPROVED STAND
Stand standard yang dikembangkan dengan berbagai hiasan dan dekorasi sesuai selera peserta
SPECIAL DESIGN STAND
Stand yang dibangun dengan desain khusus dengan ukuran yang beragam namun tetap sesuai dengan kapasitas ruangan/ lahan.
FLOOR PLAN PAMERAN
Merupakan suatu visualisasi tata letak stand secara keseluruhan pada sebuah event pameran dalam jangka waktu tertentu
Sumber: MICE & EVENTS, Arismiyati Nasution & Wa Ode Sifatu. Raharsa Utama Nusantara.
Bekasi. 2014
Jumat, 27 Februari 2015
MENANGANI PERMINTAAN PELANGGAN HOTEL
Dalam menangani permintaan pelanggan atau tamu, perlu diperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Dengarkan dan pahami apa yang diminta
2. Hadapi dengan penuh kesabaran efisien dan ramah
3. Yakinkan permintaan dan kebutuhan pelanggan dapat dipenuhi
4. Berikan bantuan secara ramah dan bersahabat
5. Tingkatkan produk dan pelayanan organisasi/lembaga/perusahaan untuk menjamin kunjungan ulang
6. Tunjukkan penampilan positif/profesional
Disamping itu terdapat beberapa hal yang sering dikeluhkan tamu antara lain: penanganan keberangkatan dan kedatangan tamu, kamarnya kotor, kurangnya fasilitas, layanan makanan dan minuman yang kurang memuaskan (kebersihan, rasa, rupa dan variasi menu). Keinginan tamu adalah segala kebutuhannya dapat dipenuhi oleh hotel atau akomodasi sejenisnya tempat dia menginap. Oleh karena itu apapun keluhan tamu harus dapat diselesaikan dengan baik.
Dibawah ini adalah langkah-langkah menangani keluhan tamu:
1. Dengarkan-tangani keluhan pelanggan dengan serius, sensitive dan ramah
2. Beritahukan-tentukan sifat dan rinciannya
3. Tanggapi-nasehati pelanggan tentang apa yang harus dilakukan
4. Ambil tindakan-selesaikan keluhan agar pelanggan puas sebatas kewenangan yang dimiliki.
5. Laporkan kepada atasan yang lebih berwewenang yang tidak dapat ditangani sendiri
6. Tindak lanjuti-lengkapi dokumentasi secara akurat dan benar.
Sumber: Ni Wayan Suwithi, Industri Perhotelan. Direktorat PSMK. Jakarta. 2013
1. Dengarkan dan pahami apa yang diminta
2. Hadapi dengan penuh kesabaran efisien dan ramah
3. Yakinkan permintaan dan kebutuhan pelanggan dapat dipenuhi
4. Berikan bantuan secara ramah dan bersahabat
5. Tingkatkan produk dan pelayanan organisasi/lembaga/perusahaan untuk menjamin kunjungan ulang
6. Tunjukkan penampilan positif/profesional
Disamping itu terdapat beberapa hal yang sering dikeluhkan tamu antara lain: penanganan keberangkatan dan kedatangan tamu, kamarnya kotor, kurangnya fasilitas, layanan makanan dan minuman yang kurang memuaskan (kebersihan, rasa, rupa dan variasi menu). Keinginan tamu adalah segala kebutuhannya dapat dipenuhi oleh hotel atau akomodasi sejenisnya tempat dia menginap. Oleh karena itu apapun keluhan tamu harus dapat diselesaikan dengan baik.
Dibawah ini adalah langkah-langkah menangani keluhan tamu:
1. Dengarkan-tangani keluhan pelanggan dengan serius, sensitive dan ramah
2. Beritahukan-tentukan sifat dan rinciannya
3. Tanggapi-nasehati pelanggan tentang apa yang harus dilakukan
4. Ambil tindakan-selesaikan keluhan agar pelanggan puas sebatas kewenangan yang dimiliki.
5. Laporkan kepada atasan yang lebih berwewenang yang tidak dapat ditangani sendiri
6. Tindak lanjuti-lengkapi dokumentasi secara akurat dan benar.
Sumber: Ni Wayan Suwithi, Industri Perhotelan. Direktorat PSMK. Jakarta. 2013
Rabu, 18 Februari 2015
SAJIAN KULINER KHAS BOYOLALI
Sop Iga Bakar Boyolali
Sajian menu khas
daging sapi yang menjadi icon Kota Sapi Boyolali memang terasa nikmat. Warung Iga
Bakar Pak Wid, begitulah banderol warung berdinding pagar bahan kayu.
Tepatnya berada di Jl. Merapi, jalan ini adalah berdekatan dengan Pasar
Boyolali. Iga Bakar Boyolali sebagai menu yang dilarang
ditinggalkan. Katanya sih manis dan rasa lainnya tembus hingga daging habis
alias mentok ke tulangnya. Selain Iga Bakar Boyolali, ada pula
iga goreng, babat gongso dan lainnya. Warung ini buka dari pagi hingga sore.
Namun perlu anda catat, seringkali baru siang warung ini harus tutup karena stok
habis diserbu penikmat menu iga.
Jenang pecel
adalah semacam
modifikasi dari pecel sayuran pada umumnya. Pecel tidak lagi disajikan dengan
nasi, melainkan dengan jenang. Jenang yang dimaksud disini sebenarnya adalah
bubur sumsum (yang terbuat dari tepung beras). Untuk komponen pecelnya sama
saja, terdiri dari aneka macam sayuran rebus yang kemudian diguyur dengan
sambal kacang. Anda akan menemukan sensasi rasa yang unik ketika pecel yang
teksturnya kaya berpadu dengan bubur sumsum yang lembut dan lumer di mulut.
Jenang pecel ini adalah makanan tradisional khas dari Boyolali, tapi sayangnya
sekarang sudah makin susah ditemukan. Jenang pecel biasanya dijajakan di
warung-warung kecil yang ada di perkampungan. Terasa makin sedap ketika
disajikan di atas pincuk, alas makan dari daun pisang. Makanan yang merakyat,
enak dan murah meriah.
Dodol susu &
Keju Lokal
adalah salah satu
makanan atau oleh-oleh khas Boyolali. Nah Boyolali itu di mana gan? Boyolali
adalah sebuah kota kecil nan damai yang diapit oleh gunung Merapi dan Merbabu,
hehehehehe… Beberapa waktu lalu saya mengunjungi pameran UKM dan membeli
beberapa produknya, antara lain adalah Dodol Susu Merapi dan keripik pare yang
sudah saya ulas di posting sebelumnya. Berikut penampakan Dodol Susu Merapi.
Keju Boyolali, walaupun
bukan termasuk makanan khas, namun keju lokal ini menjadi salah satu alternatif
makanan favorit Indonesia. Banyak sekali masakan yang dibuat dengan menggunakan
olahan keju dan tentu rasanya pasti akan sangat menggugah selera. Selama ini
keju dikenal berasal dari Eropa atau Amerika, maka tak heran kalau keju di
impor dari kedua benua besar tersebut. Namun, tahukah Anda kalau
kabupaten penghasil susu terbesar di Indonesia juga menghasilkan produk keju
yang berkualitas? Kabupaten tersebut bernama Boyolali, yang terletak di Jawa
Tengah. Boyolali memang merupakan sentra peternakan sapi perah terbesar di Jawa
Tengah.
Jadah Bakar Selo
Di Selo terdapat
makanan khas yang layak untuk dicoba yaitu jadah. Jadah adalah makanan yang
terbuat dari campuran ketan dan kelapa parut menghasilkan rasa yang gurih.
Kamis, 12 Februari 2015
LIMA PRINSIP DIMENSI PELAYANAN
Pelanggan atau tamu akan menilai kualitas pelayanan melalui lima prinsip dimensi pelayanan sebagai tolok ukur penilaian, yaitu:
RELIABILITAS (RELIABILITY)
adalah kemampuan untuk memberikan pelayanan secara tepat dan benar sesuai dengan apa yang telah dijanjikan perusahaan kepada tamu.
RESPONSIF (RESPONSIVENESS)
yaitu kesadaran atau keinginan untuk bertindak cepat membantu tamu sehingga dapat memberikan pelayanan tepat waktu.
KEPASTIAN/JAMINAN (ASSURANCE)
adalah pengetahuan tentang kesopansantunan dan sifat peduli kepada tamu serta rasa percaya diri para pegawai dengan kemampuan yang dimiliki dalam memberikan pelayanan.
EMPATI (EMPATHY)
Memberikan perhatian secara individu yang artinya terdapat rasa kemauan untuk melakukan pendekatan, memberikan perlindungan dan usaha untuk mengerti keinginan, kebutuhan dan perasaan tamu.
NYATA (TANGIBLES)
adalah sesuatu yang nampak atau nyata seperti penampilan para pegawai, fasilitas-fasilitas fisik seperti peralatan dan perlengkapan yang menunjang pelaksanaan tugas pelayanan.
Sumber: Ni Wayan Suwithi, Industri Perhotelan. Direktorat PSMK. Jakarta. 2013
RELIABILITAS (RELIABILITY)
adalah kemampuan untuk memberikan pelayanan secara tepat dan benar sesuai dengan apa yang telah dijanjikan perusahaan kepada tamu.
RESPONSIF (RESPONSIVENESS)
yaitu kesadaran atau keinginan untuk bertindak cepat membantu tamu sehingga dapat memberikan pelayanan tepat waktu.
KEPASTIAN/JAMINAN (ASSURANCE)
adalah pengetahuan tentang kesopansantunan dan sifat peduli kepada tamu serta rasa percaya diri para pegawai dengan kemampuan yang dimiliki dalam memberikan pelayanan.
EMPATI (EMPATHY)
Memberikan perhatian secara individu yang artinya terdapat rasa kemauan untuk melakukan pendekatan, memberikan perlindungan dan usaha untuk mengerti keinginan, kebutuhan dan perasaan tamu.
NYATA (TANGIBLES)
adalah sesuatu yang nampak atau nyata seperti penampilan para pegawai, fasilitas-fasilitas fisik seperti peralatan dan perlengkapan yang menunjang pelaksanaan tugas pelayanan.
Sumber: Ni Wayan Suwithi, Industri Perhotelan. Direktorat PSMK. Jakarta. 2013
Sabtu, 31 Januari 2015
SAJIAN KULINER KHAS SOLO
Nasi Liwet
Nasi
Liwet merupakan makanan khas Solo yang paling terkenal. Beras yang di masak
dengan kaldu ayam yang membuat nasi terasa gurig dan beraroma lezat. Nasi
tersebut dicampur dengan sayur labu siam yang dimasak sedikit pedas, telur
pindang rebus, daging ayam suwir, kumut (terbuat dari kuah santan yang
dikentalkan). Disajikan dengan daun pisang yang dipincuk. Nasi Liwet bisa di
dapatkan di Warung Nasi Liwet Wongso Lemu Keprabon yang buka mulai jam 18.00
WIB.
Timlo Solo
Timlo
Solo adalah hidangan berkuah bening yang berisi sosis ayam yang
dipotong-potong, telur ayam pindang dan irisan hati dan ampela ayam. Menu ini
disantap dengan nasi putih yang ditaburi bawang goreng. Berbeda dengan daerah
lain, timlo solo tidak memakai soun dan jamur. Warung Timlo dapat dijumpai di
Timlo Sastro Timur Pasar Gede buka pukul 07.00 WIB dan timlo Solo di Jl Urip
Sumoharjo buka pukul 09.00-21.00 WIB.
Tengkleng
Tengkleng
merupakan makanan semacam gulai kambing tetapi kuahnya tidak memakai santan.
Isi tengkleng adalah tulang belulang kambing dengan sedikit daging yang
menempel, bersama dengan sate usus, sate jerohan, otak dan organ-organ lain
seperti mata, telinga, pipi, kaki dan lain-lain. Kenikmatan menyantap tengkleng
akan terasa ketika kita menggerogoti sedikit daging yang menempel pada tulang
dan menghisap isinya. Makanan ini dapat ditemukan di Samping Gapura Pasar
Klewer yang bernama Tengkleng Ibu Ediyem pukul 11.00-15.00 WIB dan Warung
Tengkleng Yu Tentrem di Jl Letjend Sutoyo pukul 09.00 WIB.
Langganan:
Postingan (Atom)