Tata urutan pelayanan yang diberikan oleh petugas reception, pada umumnya sama di setiap hotel. Pelayanan dimulai sejak pertama kali tamu datang ke hotel sampai dengan meninggalkan hotel. Pelayanan ini harus memenuhi kebutuhan dan keinginan yang diharapkan oleh tamu. Oleh karena itu pelayanan di hotel dikenal dengan motto "YES I CAN"" yang artinya bahwa segala permintaa tamu dapat dipenuhi oleh karyawan hotel, khususnya yang bekerja di bagian operasional. Kronologis pelayanan yang diberikan oleh reception adalah sebagai berikut:
REGISTRASI ATAU CHECK IN
Registrasi merupakan suatu hal penting untuk tamu yang akan menginap di hotel. Dengan registrasi seorang bisa teridentifikasi keberadaan dan statusnya. Oleh karena itu registrasi merupakan suatu keharusan. Dalam melakukan registrasi atau pendaftaran tamu, formulir utama yang digunakan yaitu registration card/registration form. Di dalam registration card ada beberapa unsur dasar yang merupakan isi formulir dan menunjukkan data dan identitas tamu. Unsur-unsur utama yang ada di dalamnya adalah nama lengkap tamu yang menginap, alamat lengkap rumah atau kantor, tempat dan tanggal lahir, nomor kartu pengenal (KTP/SIM/Paspor) serta tanggal dikeluarkannya, cara pembayaran, tanggal kedatangan dan keberangkatan, jumlah tamu, permintaan yang khusus, nama perusahaan dan tanda tangan tamu serta inisial petugas reception.
Dalam penerapannya di lapangan, registrasi bisa diterapkan secara beragam. Ada yang sangat ketat sehingga tamu benar-benar harus menunggu sampai semua administrasi terselesaikan. Kemudian tamu baru bisa mendapatkan kunci kamar, Ada juga yang fleksible, asal seseorang dapat dipercaya maka administrasi tidak lengkap sepenuhnya masih bisa diterima. Administrasi dalam registrasi biasanya dikaitkan dengan uang deposit. Jika dihubungkan dengan layanan kepada tamu, maka penerapan secara kaku akan menimbulkan beberapa dampak yang kurang baik, antara lain:
1. Proses check in menjadi lama
2. Berpotensi menimbulkan keluhan dari tamu
3. Tamu merasa dicurigai
4. Staff di front office dianggap tidak profesional oleh tamu
Sebagai langkah antisipasi bisa dilakukan hal-hal berikut:
1. Membuat program speedy check in, yaitu proses check in yang dilakukan secara cepat.
2. Menyesuaikan kondisi tamu
3. Jika tamu sudah melakukan pemesanan kamar, maka semua formulir sudah disiapkan.
Sumber : Akomodasi Perhotelan Jilid I. Suwithi, dkk.
Blog ini merupakan kumpulan berbagai macam ilmu. Namun blogger lebih menekankan pada ilmu yang berhubungan dengan dunia pariwisata, seni, pendidikan karakter dan budi pekerti. Diharapkan generasi muda penerus bangsa dapat menjadi insan cendekia yang berbudi pekerti luhur dan berkarakter kuat. Semoga bermanfaat.
Jumat, 15 April 2016
Jumat, 29 Januari 2016
TATA URUTAN PELAYANAN OLEH RECEPTION DI HOTEL
Tata urutan pelayanan yang diberikan oleh petugas reception, pada umumnya sama di setiap hotel. Pelayanan dimulai sejak pertama kali tamu datang ke hotel sampai dengan meninggalkan hotel. Pelayanan ini harus memenuhi kebutuhan dan keinginan yang diharapkan oleh tamu. Oleh karena itu pelayanan di hotel di kenal dengan motto "Yes I Can" yang artinya bahwa segala permintaan tamu dapat dipenuhi oleh karyawan hotel, khususnya yang bekerja di bagian operasional.
Kronologis pelayanan yang diberikan oleh reception adalah sebagai berikut:
A. Registrasi.
Registrasi merupakan suatu hal penting untuk tamu yang akan menginap di hotel. Dengan registrasi seorang bisa teridentifikasi keberadaan dan statusnya. Oleh karena itu registrasi merupakan suatu keharusan.
B. Check In
Proses check in merupakan bagian di depan dalam proses urutan layanan tamu. Idealnya sebelum menginap, tamu harus melakukan check in terlebih dahulu.
C. Penetapan Harga Kamar
Tiap kamar adalah satuan harga sewa sebuah kamar untuk satu malam. Sebagai kesatuan harga, tarif kamar dibedakan menjadi:
Pembayaran deposit atau uang muka penting untuk dilakukan sebagai garansi akan pembayaran tamu.
E. Mengalokasikan Kamar
Setelah tamu melakukan registrasi dan berbagai ketentuan lain di front desk, maka pihak hotel akan memberikan kunci dan nomor kamar yang akan ditempati tamu.
F. Pemberian Kunci Kamar, Kartu Tamu, Kupon Makan dan Kupon Minuman Selamat Datang
G. Pengantaran ke Kamar
H. Periode in house
Sumber: Ni Wayan Suwithi dkk, Akomodasi Perhotelan Jilid I
Kronologis pelayanan yang diberikan oleh reception adalah sebagai berikut:
A. Registrasi.
Registrasi merupakan suatu hal penting untuk tamu yang akan menginap di hotel. Dengan registrasi seorang bisa teridentifikasi keberadaan dan statusnya. Oleh karena itu registrasi merupakan suatu keharusan.
B. Check In
Proses check in merupakan bagian di depan dalam proses urutan layanan tamu. Idealnya sebelum menginap, tamu harus melakukan check in terlebih dahulu.
C. Penetapan Harga Kamar
Tiap kamar adalah satuan harga sewa sebuah kamar untuk satu malam. Sebagai kesatuan harga, tarif kamar dibedakan menjadi:
- Tarif kamar "per room tariff"
- Tarif kamar "per person tariff"
Pembayaran deposit atau uang muka penting untuk dilakukan sebagai garansi akan pembayaran tamu.
E. Mengalokasikan Kamar
Setelah tamu melakukan registrasi dan berbagai ketentuan lain di front desk, maka pihak hotel akan memberikan kunci dan nomor kamar yang akan ditempati tamu.
F. Pemberian Kunci Kamar, Kartu Tamu, Kupon Makan dan Kupon Minuman Selamat Datang
G. Pengantaran ke Kamar
H. Periode in house
Sumber: Ni Wayan Suwithi dkk, Akomodasi Perhotelan Jilid I
Kamis, 28 Januari 2016
ADICARA AQIQOH BAYI
Bismillahirrohmaanirrohiim
Assalamualaikum Wr.Wb.
Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin
Asyhadualla ila ha ilalloh wa asyhaduanna
Muhammadarrasullah.
Tasyakuran aqiqoh anak bagus (nama bayi) putranipun bapak........... saha ibu.............. wonten ......... Dinten ..........., surya kaping ...............2016.
Bapak ibu ingkang kula
bekteni. Minangka pambukaning adicara, mangga kita sedaya tansah angonjukaken puja
astawa puji astuti raos syukur wonten ngarsa dalem Allah SWT, dene ing wekdal
siyang punika kula lan panjenengan sedaya tansah pinaringan kasarasan,
kekiyatan, sami saged rawuh wonten ing dalemipun Bapak saha Ibu ................... ingkang wekdal punika ngawontenaken tasyakuran aqiqoh
wayahipun ingkang sesilih anak bagus ............ ingkang sampun lahir
kanthi wilujeng rikala dinten .................. wanci tabuh .............. wonten ing .............
Shalawat saha salam kita aturaken wonten ngarsanipun
Nabi Muhammad SAW minangka rahmatan lil’alamin, para kaluwarga lan para
pandherekipun ingkang tansah setya bekti dumugi puputing jaman.
Bapak ibu ingkang winengku ing karahayon, kula ingkang kasaraya minangka pambiwara ing
wekdal punika badhe angaturaken menggah urut-urutaning lampah adicara tasyakuran
aqiqoh ing siyang punika:
@ minangka purwakaning adicara inggih punika pambuka
@ adicara
kaping kalih inggih punika waosan ayat ayat suci Al Qur’an
@ titilaksana ingkang kaping tiga inggih punika atur pambagyaharja
@ ingkang angka sekawan sambutan
@ adicara
salajengipun inggih punika tauziah kalajenganken donga
@ adicara ingkang pungkasan inggih menika panutup
Mekaten menggah reroncening adicara tasyakuran aqiqoh
lairipun anak bagus (nama bayi)
Pambuka
Gegandhengan wekdal punika sampun nedahaken tabuh
kalih welas langkung, pramila titilaksana
tasyakuran aqiqoh kita wiwiti kanthi maos basmallah sesarengan:
“bismillahirrohmanirrohim”. Mugi-mugi kanthi kita wiwiti nyebat asmanipun Gusti
Allah, gesang kita tansah kinasihan Gusti Allah lan tansah pinaringan rejeki
ingkang kathah saha berkah…. Amin…
Waosan ayat suci Al Qur’an
Adicara ingkang angka kalih inggih punika waosan ayat
suci Al-Qur’an ingkang dipun sarirani bapak ......................... kula
sumanggakaken, sumangga.
Atur Pambagyaharja
Mugi-mugi kanthi dipunpurwakani firman-firmanipun
Allah, titilaksana tasyakuran punika tansah manggih wilujeng lan tansah
pikantuk berkahing Gusti ingkang Maha Asih. Adicara kaping tiga inggih punika
atur pambagyaharja ingkang dipun sarirani bapak ......................
jumenengipun jinajaran panjenenganipun bapak............ kaliyan ibu ................ kula sumanggakaken, sumangga.
Sambutan
Adicara ingkang kaping sekawan inggih punika sambutan
bapak ................ Katur dumateng bapak ................
kula sumanggakaken, sumangga
Pengaosan aqiqoh
Adicara ingkang kaping gangsal inggih punika pengaosan
aqiqoh kalajengaken donga ingkang kaandharaken saha dipun sarirani panjenenganipun
Al-Ustad bapak .............saking ..............
Wekdal
sacekapipun kula pasrahaken bapak Ustad, katur panjenengan Bapak Ustad .................... kula sumanggakaken, sumangga.
Adicara aqiqoh paripurna.
Bapak ibu ingkang winengku ing karahayon, tasyakuran
aqiqoh anak bagus (nama bayi) wiwit purwa, madya lan wasana tansah
kalampahan kanthi rancak lan runtut kalisa ing rubeda.
Bapak ibu ingkang tansah kula bekteni, mekaten
reroncening adicara ing siang menika, sepisan malih bapak .................. angaturaken panuwun ingkang tanpa pepindhan menggah rawuh panjenengan
sedaya. Ingkang punika konduripun ndhrerekaken sugeng kondur, mugi-mugi
tindak panjenengan sedaya tansah manggih wilujeng dumugi dalemipun piyambak-piyambak.
Kula minangka pambiwara menawi anggenipun anglantaraken lan mranata reroncening
lampah adicara ing siyang punika kathah kalepatanipun, kula namung nyuwun lumubering samudra pangaksama. Nuwun ,
maturnuwun…
Billahitaufiq wal Hidayah, wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Sabtu, 19 September 2015
MENATA PIKIRAN REMAJA
Oleh: Ust. Fauzil Adhim
(Pakar Parenting)
Tiga hal yang sedang berkembang dalam diri remaja. Pertama, pertanyaan mendasar mereka tentang agama, terutama bila dibesarkan dengan perintah tanpa membangun cara berpikirnya tentang Tuhan. Mereka hanya dikenalkan aturan tanpa memperoleh pendidikan akidah memadai. Kedua, mereka sedang ingin menunjukkan otoritas dan kemampuannya, bahwa mereka bertanggung jawab penuh atas dirinya sendiri. Ketiga, timbulnya ketertarikan terhadap lawan jenis dan ingin memiliki ikatan emosi yang bersifat khusus.
John W Santrock dalam Adolescence (2001) menyebutkan, ada banyak remaja mengalami krisis identitas sehingga tidak sedikit yang berperilaku aneh. Tapi ada pula yang tidak mengalami krisis identitas, mereka memasuki masa remaja dengan identitas sangat kokoh. Hal ini bukanlah kebetulan karena sebelum memasuki masa remaja, mereka telah memiliki orientasi hidup yang benar, tujuan hidup yang jelas dan nilai-nilai yang kuat.
Dari tiga diatas, mana yang paling berpengaruh terhadap kehidupan remaja, sangat tergantung kepada bagaimana mereka dibesarkan (baik oleh orang tua maupun guru), apa yang paling sering mereka perhatikan, terpaan media serta nilai-nilai utama yang paling sering mereka terima (dari buku, orang tua, guru dan lingkungan)
Jika sekolah secara terencana memiliki penghargaan yang tinggi terhadap usaha yang gigih, maka remaja akan cenderung lebih mengembangkan kompetensi, kreativitas dan kapasitasnya untuk mandiri. Namun jika sebaliknya, maka krisis identitas mudah terjadi, ketertarikan terhadap lawan jenis beserta turunannya berkembang lebih pesat daripada aspek lainnya.
Pada dasarnya tiga hal tersebut perlu mendapat perhatian dari para pendidik. Jika aspek pertama berkembang baik sehingga pertanyaan mendasar tentang agama mendapatkan jawaban memuaskan, mereka akan tumbuh menjadi manusia idealis. Jika sekolah mampu membangun budaya belajar yang kuat, mereka akan tumbuh sebagai manusia yang kaya gagasan, penuh inovasi dan memiliki keberanian tinggi untuk berusaha dan siap menghadapi kegagalan. Inilah bekal berharga menjadi manusia tangguh dan sukses. Adapun dorongan terhadap lawan jenis, dengan pembinaan yang tepat, akan timbul kesiapan berumah tangga, orientasi berkeluarga, penghormatan terhadap orang tua dan rasa tanggung jawab terhadap yang usianya lebih muda.
Sumber: Majalah Hadila Edisi 94, April 2015
(Pakar Parenting)
Tiga hal yang sedang berkembang dalam diri remaja. Pertama, pertanyaan mendasar mereka tentang agama, terutama bila dibesarkan dengan perintah tanpa membangun cara berpikirnya tentang Tuhan. Mereka hanya dikenalkan aturan tanpa memperoleh pendidikan akidah memadai. Kedua, mereka sedang ingin menunjukkan otoritas dan kemampuannya, bahwa mereka bertanggung jawab penuh atas dirinya sendiri. Ketiga, timbulnya ketertarikan terhadap lawan jenis dan ingin memiliki ikatan emosi yang bersifat khusus.
John W Santrock dalam Adolescence (2001) menyebutkan, ada banyak remaja mengalami krisis identitas sehingga tidak sedikit yang berperilaku aneh. Tapi ada pula yang tidak mengalami krisis identitas, mereka memasuki masa remaja dengan identitas sangat kokoh. Hal ini bukanlah kebetulan karena sebelum memasuki masa remaja, mereka telah memiliki orientasi hidup yang benar, tujuan hidup yang jelas dan nilai-nilai yang kuat.
Dari tiga diatas, mana yang paling berpengaruh terhadap kehidupan remaja, sangat tergantung kepada bagaimana mereka dibesarkan (baik oleh orang tua maupun guru), apa yang paling sering mereka perhatikan, terpaan media serta nilai-nilai utama yang paling sering mereka terima (dari buku, orang tua, guru dan lingkungan)
Jika sekolah secara terencana memiliki penghargaan yang tinggi terhadap usaha yang gigih, maka remaja akan cenderung lebih mengembangkan kompetensi, kreativitas dan kapasitasnya untuk mandiri. Namun jika sebaliknya, maka krisis identitas mudah terjadi, ketertarikan terhadap lawan jenis beserta turunannya berkembang lebih pesat daripada aspek lainnya.
Pada dasarnya tiga hal tersebut perlu mendapat perhatian dari para pendidik. Jika aspek pertama berkembang baik sehingga pertanyaan mendasar tentang agama mendapatkan jawaban memuaskan, mereka akan tumbuh menjadi manusia idealis. Jika sekolah mampu membangun budaya belajar yang kuat, mereka akan tumbuh sebagai manusia yang kaya gagasan, penuh inovasi dan memiliki keberanian tinggi untuk berusaha dan siap menghadapi kegagalan. Inilah bekal berharga menjadi manusia tangguh dan sukses. Adapun dorongan terhadap lawan jenis, dengan pembinaan yang tepat, akan timbul kesiapan berumah tangga, orientasi berkeluarga, penghormatan terhadap orang tua dan rasa tanggung jawab terhadap yang usianya lebih muda.
Sumber: Majalah Hadila Edisi 94, April 2015
Senin, 14 September 2015
KEGIATAN PENDUKUNG MICE
OFFICIAL VISIT/EVENTS
Kegiatan audiensi dengan kepala negara atau pemimpin atau tokoh masyarakat terkemuka
LADIES PROGRAMME
Kunjungan ke panti asuhan, rumah sakit khusus, pusat organisasi wanita, pusat industri dan penjualan cinderamata.
PRE CONVENTION TOUR
Wisata sebelum konvensi dimulai
COCKTAIL PARTY
Jamuan perkenalan pra/pasca pembukaan konvensi
POST CONVENTION TOUR
Wisata setelah konvensi berakhir
FAREWEL PARTY
Jamuan setelah konvensi berakhir
ORIGINAL CULTURE/TECHNICAL VISITS
Kunjungan ke industri atau budaya asli
TRADITIONAL PARTY
Pergelaran seni atau makanan tradisi
UNIQUE OUTDOOR RECREATION
Rekreasi di alam bebas yang unik
Sumber: Diolah dari berbagai sumber
Kegiatan audiensi dengan kepala negara atau pemimpin atau tokoh masyarakat terkemuka
LADIES PROGRAMME
Kunjungan ke panti asuhan, rumah sakit khusus, pusat organisasi wanita, pusat industri dan penjualan cinderamata.
PRE CONVENTION TOUR
Wisata sebelum konvensi dimulai
COCKTAIL PARTY
Jamuan perkenalan pra/pasca pembukaan konvensi
POST CONVENTION TOUR
Wisata setelah konvensi berakhir
FAREWEL PARTY
Jamuan setelah konvensi berakhir
ORIGINAL CULTURE/TECHNICAL VISITS
Kunjungan ke industri atau budaya asli
TRADITIONAL PARTY
Pergelaran seni atau makanan tradisi
UNIQUE OUTDOOR RECREATION
Rekreasi di alam bebas yang unik
Sumber: Diolah dari berbagai sumber
Minggu, 09 Agustus 2015
ASOSIASI YANG BERKAITAN DENGAN KEGIATAN MICE & EVENTS
PHRI (Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia)
Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia yang dalam hubungan antar bangsa disebut Indonesia Hotel and Restorant Association (IHRA) merupakan kelanjutan dari organisasi Indonesia Tourist Hotel Association (ITHA) yang didirikan pada tanggal 9 Pebruari 1969. PHRI berpusat di Jakarta.
ASITA (Asosiasi Indonesian Travel Agent)
Organisasi ini didirikan pada tanggal 7 Januari 1971
ASPERAPI (Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia)
AKKINDO (Asosiasi Kongres Konvensi Indonesia)
HIPAKINDO / SIPCO (Himpunan Pengelola Adilaksana Konvensi Indonesia / The Society on Indonesian Proffesional Convention Organizers)
PSEO (Penyelenggara Event Khusus atau Professional Special Events Organizer)
AEOC (Asosiasi Event Organizer Company)
UN WTO (United Nation-World Tourism Organization)
WTTC (World Travel and Tourism Council)
PATA (Pacific Asia Travel Associataion)
ICCA (International Congress and Convention Association)
TPO (Tourism Promotion Organization for Asian Pacific Cities)
IATA (International Air Transport Association)
GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia)
Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia yang dalam hubungan antar bangsa disebut Indonesia Hotel and Restorant Association (IHRA) merupakan kelanjutan dari organisasi Indonesia Tourist Hotel Association (ITHA) yang didirikan pada tanggal 9 Pebruari 1969. PHRI berpusat di Jakarta.
ASITA (Asosiasi Indonesian Travel Agent)
Organisasi ini didirikan pada tanggal 7 Januari 1971
ASPERAPI (Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia)
AKKINDO (Asosiasi Kongres Konvensi Indonesia)
HIPAKINDO / SIPCO (Himpunan Pengelola Adilaksana Konvensi Indonesia / The Society on Indonesian Proffesional Convention Organizers)
PSEO (Penyelenggara Event Khusus atau Professional Special Events Organizer)
AEOC (Asosiasi Event Organizer Company)
UN WTO (United Nation-World Tourism Organization)
WTTC (World Travel and Tourism Council)
PATA (Pacific Asia Travel Associataion)
ICCA (International Congress and Convention Association)
TPO (Tourism Promotion Organization for Asian Pacific Cities)
IATA (International Air Transport Association)
GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia)
Sabtu, 04 Juli 2015
ISTILAH-ISTILAH PENTING DALAM MICE
VENUE
Venue merupakan tempat atau lokasi diselenggaraknnya suatu kegiatan MICE. Contoh-contoh venue, diantaranya adalah:
1. Pusat Konvensi atau Pameran atau Balai Sidang
2. Gedung Serbaguna
3. Gedung Kesenian atau Pertunjukan
4. Gedung Pusat Niaga
5. Pekan Raya
6. Aula Universitas
7. Istora Senayan
8. Graha Pemuda
9. Hotel
10. Mall
11. Resort
12. Kapal Pesiar
13. Alun-alun, dsb
FASCIA
Merupakan lisplang pada stand, panel tempat dicantumkannya nama perusahaan atau peserta pameran
MARKING
Sebagai kegiatan pengukuran dan penenetuan titik-titik batas stand untuk suatu event pameran
SALES KIT / MARKETING KIT
Adalah perangkat penjualan sebagai bahan atau materi pegangan dalam menjual/memasarkan kegiatan MICE atau event
STANDARD STAND
Stand pameran dengan bentuk standard/asli, terdiri dari beberapa unit sistem yang seragam dalam satu baris, dibatasai oleh koridor di satu sisi, per unit berukuran 3 x 3 m , tinggi bagian belakang tidak boleh lebih dari 2.5 meter. Sudah termasuk fasilitas 1 buah meja, 2 buah kursi lipat, karpet, 2 buah lampu TL @ 40 watt, tempat sampah dan nama perusahaan atau peserta bahkan juga dapat termasuk tanaman hias.
IMPROVED STAND
Stand standard yang dikembangkan dengan berbagai hiasan dan dekorasi sesuai selera peserta
SPECIAL DESIGN STAND
Stand yang dibangun dengan desain khusus dengan ukuran yang beragam namun tetap sesuai dengan kapasitas ruangan/ lahan.
FLOOR PLAN PAMERAN
Merupakan suatu visualisasi tata letak stand secara keseluruhan pada sebuah event pameran dalam jangka waktu tertentu
Sumber: MICE & EVENTS, Arismiyati Nasution & Wa Ode Sifatu. Raharsa Utama Nusantara.
Bekasi. 2014
Venue merupakan tempat atau lokasi diselenggaraknnya suatu kegiatan MICE. Contoh-contoh venue, diantaranya adalah:
1. Pusat Konvensi atau Pameran atau Balai Sidang
2. Gedung Serbaguna
3. Gedung Kesenian atau Pertunjukan
4. Gedung Pusat Niaga
5. Pekan Raya
6. Aula Universitas
7. Istora Senayan
8. Graha Pemuda
9. Hotel
10. Mall
11. Resort
12. Kapal Pesiar
13. Alun-alun, dsb
FASCIA
Merupakan lisplang pada stand, panel tempat dicantumkannya nama perusahaan atau peserta pameran
MARKING
Sebagai kegiatan pengukuran dan penenetuan titik-titik batas stand untuk suatu event pameran
SALES KIT / MARKETING KIT
Adalah perangkat penjualan sebagai bahan atau materi pegangan dalam menjual/memasarkan kegiatan MICE atau event
STANDARD STAND
Stand pameran dengan bentuk standard/asli, terdiri dari beberapa unit sistem yang seragam dalam satu baris, dibatasai oleh koridor di satu sisi, per unit berukuran 3 x 3 m , tinggi bagian belakang tidak boleh lebih dari 2.5 meter. Sudah termasuk fasilitas 1 buah meja, 2 buah kursi lipat, karpet, 2 buah lampu TL @ 40 watt, tempat sampah dan nama perusahaan atau peserta bahkan juga dapat termasuk tanaman hias.
IMPROVED STAND
Stand standard yang dikembangkan dengan berbagai hiasan dan dekorasi sesuai selera peserta
SPECIAL DESIGN STAND
Stand yang dibangun dengan desain khusus dengan ukuran yang beragam namun tetap sesuai dengan kapasitas ruangan/ lahan.
FLOOR PLAN PAMERAN
Merupakan suatu visualisasi tata letak stand secara keseluruhan pada sebuah event pameran dalam jangka waktu tertentu
Sumber: MICE & EVENTS, Arismiyati Nasution & Wa Ode Sifatu. Raharsa Utama Nusantara.
Bekasi. 2014
Langganan:
Postingan (Atom)