Tampilkan postingan dengan label OBYEK DAN ATRAKSI WISATA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OBYEK DAN ATRAKSI WISATA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Januari 2015

PANTAI PANDAWA BALI



Selain pantai Kuta, pantai Sanur, Tanah Lot, saat ini Bali mempunyai obyek wisata pantai baru yang disebut Pantai Pandawa. Pantai Pandawa terletak di desa Kutuh Bali.  Dari bandara Ngurah Rai berjarak 18 km namun waktu yang diperlukan untuk mencapai lokasi ini  bisa sampai  1 jam perjalanan, karena lokasi jalan yang sempit, macet dan berkelok-kelok. Lokasinya searah dengan Garuda Wisnu Kencana (GWK).
Untuk memasuki kawasan pantai Kutuh, anda harus melewati sebuah jalan yang diapit oleh tebing batu yang terjal, di tebing terjal ini terdapat patung dari Panca Pandawa, karena itu dinamakan Pantai Pandawa.

Rentang dari pantai ini adalah sekitar 1 kilometer, dengan dibatasi oleh tebing kapur membuat pantai ini sangat diminati oleh wisatawan domestik. Jalan menuju pantai sudah di aspal, tempat parkir juga tersedia luas.

Harga Tiket Masuk

Hampir semua tempat wisata di Bali akan di kenakan biaya tiket masuk, saat kami mengupdated artikel ini, per tanggal 25 Desember 2014. Harga tiket masuk per orang Rp 10.000 dan masih dikenakan parkir per mobil, yaitu Rp 5.000.

Jika terdapat perubahan terhadap harga tiket masuk, kami akan segera mengupdate artikel ini.
Tempat Makan & Pijat Tradional
Jika anda berkunjung ke pantai ini, bersama keluarga dan anak-anak. Tidak usah membawa bekal makanan dan minuman sendiri. Di pantai ini, banyak warung makan yang menjual nasi goreng, mie goreng, hidangan laut bakar dan beberapa jenis makanan barat.

Jika anda ingin berjemur di pantai ini, warung makanan disini menyediakan kursi berjemur berserta payung yang dapat anda sewa.

Ingin mencoba pijak refleksi? Di pantai ini tersedia jasa pijat refleksi, untuk pijat refleksi selama 30 menit, akan dikenakan biaya sebesar Rp 40.000 dan untuk satu jam Rp 70.000.

Kami dapat rekomendasikan pantai ini sebagai salah satu tempat wisata untuk anak di Bali. Selain melakukan aktivitas berenang, di pantai ini juga tersedia jasa sewa kano untuk rekreasi air.

Untuk penyewaan 1 Kano akan dikenakan biaya Rp 15.000, satu Kano bisa untuk 2 orang. Takut tenggelam? Saat anda menyewa kano, akan disediakan jaket pelampung.



Kamis, 25 September 2014

WISATA PANTAI DI YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA

Pantai Glagah

Pantai Glagah terletak di kabupaten Kulonprogo, lebih kurang 40 km dari kota Yogyakarta.  Pantai ini dapat dicapai dengan kendaraan pribadi atau dengan kendaraan umum. Pemerintah daerah setempat telah membangun kawasan pantai ini dengan berbagai fasilitas seperti taman rekreasi, kolam pemancingan dan bumi perkemahan. Pantai ini cukup landai, sehingga banyak pengunjung yang melakukan aktivitas memancing karena ikannya cukup banyak. Di pinggir pantai ini juga terdapat arena motorcross dan arena bersepeda. 

Pantai Trisik

Pantai ini terletak kurang lebih 37 km dari kota Yogyakarta. Pantai ini merupakan kawasan yang menarik, utamanya bagi para pemancing ikan. Pengunjung dapat mencapai lokasi dengan kendaraan umum maupun pribadi

Pantai Parangtritis

Pantai ini tidak hanya terkenal sebagai kawasan rekreasi air namun juga terkenal sebagai tempat yang memiliki peninggalan sejarah khususnya yang berkaitan dengan legenda Ratu Penguasa Laut Selatan. Komplek Parangtritis ini terletak 27 kilometer dari kota Yogyakarta.  Untuk mencapai kawasan ini pengunjung dapat menggunakan sarana transportasi umum maupun kendaraan pribadi.

Jumat, 09 Mei 2014

KAWAH GUNUNG TANGKUBAN PARAHU JAWA BARAT

Gunung Tangkuban Parahu adalah salah satu gunung yang terletak di propinsi Jawa Barat Indonesia. Terletak sekitar 20 km arah utara kota Bandung. Dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh disekitarnya, gunung ini mempunyai ketinggian 2.083 meter (6.837 kaki).  Jenis gunung ini adalah Stratovulcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat.  Jenis batuan yang dikeluarkan melalui letusan kebanyakan  adalah lava dan sulfur, mineral yang dikeluarkan adalah sulfur belerang. Mineral yang dikeluarkan saat gunung tidak aktif adalah uap belerang.  Suhu rata-rata harian adala 17 derajat celcius pada siang hari dan 2 derajat celcius pada malam hari.

Di gunung Tangkuban Perahu terdapat beberapa kawah, yaitu:

Kawah Ratu

Menikmati pemandangan kawah Ratu seperti melihat mangkuk raksasa.  Saat cuaca cerah, lekukan tanah pada dinding kawah dan dasar kawah menawarkan pemandangan yang sangat eksotis. Kawah ini merupakan kawah terbesar dibandingkan delapan kawah yang lain. Pengunjung dapat menyewa kuda yang disediakan di dekat kawah ini. Namun jika pengunjung hanya ingin menikmati pemandangan, pengunjung dapat berdiri di bibir kawah yang dibatasi oleh pagar kayu.



Jumat, 11 April 2014

SENTRA PENGRAJIN GITAR MANCASAN BAKI SUKOHARJO



 

 Mancasan adalah nama salah satu desa di kecamatan Baki Sukoharjo Jawa Tengah.  Lokasinya berada di sebelah selatan kota Surakarta (Solo).  Saat masuk wilayah ini rasanya tidak percaya jika desa  ini merupakan desa sentra pengrajin gitar.  Desa yang masih dikelilingi oleh hijaunya hamparan persawahan ini bisa dicapai dengan mudah, baik dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.  Akses menuju desa ini telah beraspal.   Sebagian besar penduduk yang tinggal di Mancasan menggantungkan hidupnya menjadi pengrajin gitar.

Sabtu, 05 April 2014

TAMAN NASIONAL PULAU KOMODO


Pulau Komodo adalah sebuah pulau yang terletak di kepulauan Nusa Tenggara dan termasuk dalam wilayah propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pulau ini merupakan kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh pusat. Di pulau Komodo, hewan Komodo hidup dan berkembang biak dengan baik. 

Komodo konon merupakan sisa binatang purba yang masih hidup hingga saat ini.  Kadal terbesar di dunia dengan panjang hingga 3 meter dan berat mencapai 90 kg diperkirakan jumlahnya kini 2.500 ekor. 

Minggu, 02 Maret 2014

CANDI PRAMBANAN

Candi Prambanan merupakan peninggalan agama Hindu terbesar di kawasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.  Candi Prambanan merupakan kompleks percandian dengan candi induk menghadap ke arah timur.  Bentuknya secara keseluruhan menyerupai gunungan pada wayang kulit. Tinggi puncak candi mencapai 47 meter.

Agama Hindu mengenal Tri Murti, yang terdiri dari Dewa Brahma sebagai Pencipta, Dewa Wishnu sebagai sang pemelihara dan Dewa Shiwa sebagai sang Perusak.

Minggu, 16 Februari 2014

LAMBANG WARNA DALAM SESAJEN AGAMA HINDU

Banten atau sajen yang berwarna-warni tersusun sangat indah dan artistik yang terdiri dari daun, buah serta bunga, janganlah dikira warna-warni tersebut tidak mempunyai arti, dan disusun menurut selera sendiri.  Daun ambu (daun enau muda) berwarna merah, Dewanya Brahma, penggunaannya banyak untuk caru terletak dibagian dasar sebagai lambang penciptaan.  Daun selepan (daun kelapa yang hijau) dan ron (daun enau hijau tua) adalah lambang hitam, warna hijau hitam disamakan, sebagai lambang Dewa Wisnu, simbol pengayoman.  Daun busung (janur kuning) berwarna kuning, dewanya Mahadewa lambang cinta kasih.  Daun rontal berwarna putih jika sudah dikeringkan simbol dari kesucian, Dewanya Iswara.
Demikian pula buah-buahan, bunga-bungaan, binatang selalu dikaitkan dengan warna dan magic power dari Dewa yang menguasainya.  Bagian-bagian dari tubuhpun digambarkan sebagai stana (tempak duduk) dari dewa-dewa dari warna kekhususannya.  Demikianlah hati berwarna merah simbol Brahma, empedu berwarna hijau tua sebagai stana Wisnu, dan pepusuh (jantung putih), sebagai stana Siwa.

Sabtu, 25 Januari 2014

KRATON KASULTANAN YOGYAKARTA

Kraton Yogyakarta Hadiningrat
Lebih dari 200 tahun yang lalu, tempat dimana Kraton sekarang berada, merupakan daerah rawa yang dikenal dengan nama Umbul Pachethokan, yang kemudian dibangun menjadi pesanggrahan yang bernama Ayodya.  Kraton Yogyakarta menghadap ke arah utara, pada arah poros utara selatan antara gunung Merapi dan laut Selatan. Kraton ini dipimpin oleh seorang raja yang bergelar Sultan.  Saat ini tampuk kekuasaan dipegang oleh Sultan Hamengku Buwono X yang juga menjabat sebagai Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
 
Raja menerima pisowanan
Dalam Balairung Kraton, dapat disaksikan adegan pisowanan (Persidangan) Agung, dimana Sri Sultan duduk di Singgasana dihadap para pemangku jabatan istana. Tempat ini biasanya juga dipergunakan untuk penyelenggaraan upacara-upacara resmi Kraton Yogyakarta, seperti Jumenengan.







Patung Dwarapala
Regol Donopratopo yang menghubungkan halaman Sri Manganti dengan halaman inti Kraton, dijaga oleh 2 (dua) patung Dwarapala yang diberi nama Cingkarabala dan Balaupata, yang melambangkan kepribadian baik dari manusia, yang selalu menggemakan suara hatinya, agar selalu berbuat baik dan melarang perbuatan yang jahat.

Di dalam halaman inti Kraton, antara lain dapat dilihat bangunan tempat tinggal Sri Sultan sehari-hari, tempat Sri Sultan menerima tamu kehormatan, tempat untuk berpesta, tempat para tamu beristirahat atau merapikan pakaian, serta gedung-gedung dan bangunan yang lain.  Di tempat ini juga terdapat Keputren, atau tempat-tempat tinggal putri Sultan yang belum menikah. Tempat yang terakhir ini terlarang bagi kunjungan wisatawan.

Selama berkunjung di lingkungan kraton ini, para wisatawan dapat menyaksikan kemegahan dan keagungan Kasultanan Yogyakarta sebagai sumber kebudayaan Jawa, sekaligus sebagai pusat pemerintahan Kasultanan Yogyakarta.

Sumber:  Petunjuk Wisata Yogyakarta. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi DIY.

Jumat, 06 Desember 2013

CANDI BOROBUDUR


Candi Borobudur didirikan pada sebuah bukit seluas 7.8 hektar pada ketinggian 265,40 meter di atas permukaan laut atau berada kuarng lebih 15 meter diatas bukit di sekitarnya.  Denah candi menyerupai bujur sangkar dengan 36 sudut pada dinding teras 1, 2 dan 3 tersusun batu andesit dengan sistem dry masonry (tanpa perekat) diperkirakan mencapai 55.000 meter kubik. atau 2.000.000 blok batu.

Pada masing-masing tingkat dan setiap penjuru mata angin terdapat pintu gerbang atau tangga.  Secara keseluruhan bangunan Candi Borobudur terdiri dari 10 tingkat atau lantai yang masing-masing mempunyai maksud tersendiri.   Sebagai sebuah bangunan Candi Borobudur dapat dibagi dalam tiga bagian yang terdiri dari kaki atau bagian bawah, tubuh atau bagian pusat dan puncak.   Pembagian menjadi tiga tersebut sesuai benar dengan tiga lambang atau tingkat dalam susunan ajaran Budha yaitu Kamadhatu, Rupadhatu dan Arupadhatu.


Kamadhatu

 Sama dengan alam bawah atau dunia hasrat/nafsu.  Dalam dunia ini manusia terikat pada hasrat/nafsu dan bahkan dikuasai oleh hasrat dan kemauan atau nafsu.  Dalam dunia ini digambarkan pada relief yang terdapat di kaki candi asli dimana relief tersebut menggambarkan adegan dari kitab Karmawibangga yaitu naskah yang menggambarkan ajaran sebab akibat, serta perbuatan yang baik dan jahat.
Deretan felief ini tidak tampak seluruhnya karena tertutup oleh dasar candi yang lebar.  Hanya disisi tenggara tampak relief yang terbuka bagi pengunjung.

Rupadhatu

 

Sama dengan dunia antara atau dunia rupa, bentuk dan wujud.  Dalam dunia ini manusia telah meninggalkan segala hasrat, nafsu tetapi masih terikat pada nama dan rupa, wujud, bentuk.  Bagian ini terdapat pada tingkat 1 sampai dengan 5 yang berbentuk bujur sangkar.






Arupadhatu

 Sama dengan alam atas atau dunia tanpa rupa, wujud, bentuk.  Pada tingkat ini manusia telah bebas sama sekali dan telah memutuskan untuk selama-lamanya segala ikatan kepada dunia fana.  Pada tingkat ini tidak ada rupa.  Bagian ini terdapat pada teras bundar I, II dan III beserta stupa induknya.

Candi Borobudur tidak hanya diperindah dengan relief cerita dan relief hias, tetapi juga patung-patung yang sangat tinggi nilainya.  Patung Budha di candi ini berjumlah 504 buah, ada yang masih utuh namun ada juga yang sudah rusak. 

Patung Budha di tingkat Rupadhatu ditempatkan dalam relief yang tersusun berjajar pada sisi luar pagar langkan.  Sedangkan patung-patung di tingkat Arupadhatu ditempatkan dalam stupa-stupa berlubang di 3 susunan lingkaran sepusat.

Fasilitas-fasilitas yang disediakan antara lain; Museum Arkeologi, baik museum tertutup maupun museum terbuka, Borobudur Study Centre, kebun pembibitan, tempat penitipan barang, parkir, warung, toilet, mushola dan sebagainya.


Sumber:  Madhori.  Candi Borobudur Sepanjang Masa.

Sabtu, 12 Oktober 2013

PERMAINAN TRADISIONAL JAWA


Indonesia merupakan negara yang kaya akan daya tarik wisata budaya.  Tidak banyak negara yang mempunyai kekayaan budaya layaknya Indonesia.  Maka pantaslah jika para pendahulu kita menyebutnya Nusantara.  Dengan kebhinekaan yang ada patutlah jika Indonesia menjadi daerah tujuan wisata dunia.  Berbagai macam suku, budaya, bahasa, adat istiadat yang bersifat tradisional sangat menarik untuk disuguhkan kepada wisatawan baik domestik maupun manca negara.


Seiring dengan kemajuan jaman,kebudayaan tradisional mulai banyak ditinggalkan oleh masyarakat Indonesia. Padahal apabila dikemas dengan baik, kebudayaan itu dapat menjadi aset wisata yang luar biasa.  Dalam perkembangannya kebudayaan tradisional tidak terlepas dari peran serta masyarakat dan pemerintah.

Minggu, 30 Juni 2013

WISATA MUSEUM YOGYAKARTA




MUSEUM SONOBUDOYO


Museum Sonobudoyo terletak di jalan Trikora No. 6 Yogyakarta, berseberangan dengan alun-alun utara Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.  Cikal bakal berdirinya museum ini adalah Java Institut, yaitu sebuah yayasan yang bergerak dalam bidang kebudayaan Jawa, Madura, Bali dan Lombok yang didirikan di Surakarta pada tahun 1919 dengan tugas pokok kegiatannya membantu kegiatan pelestarian dan pengembangan kebudayaan pribumi (de insheemsche cultuur) yang mencakup wilayah Jawa, Madura, Bali dan Lombok.

Tanah untuk bangunan museum merupakan hadiah dari Sri Sultan Hamengku Buwono VIII dan dimulai dengan pembangunan pendapa kecil dengan candra sengkala "Buta Ngrasa Esthining Lata" yang bermakna tahun 1865 Jawa atau 1934 Masehi.   Peresmian museum ini dilakukan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VIII pada tanggal 6 Nopember 1935 dengan candra sengkala " Kayu Winayang ing Brahmana Budha", yaitu angka tahun 1866 Jawa atau 1935 Masehi.

Bangunan gedung museum direncanakan oleh Ir. Th. Karsten serta pengawas dan penasehat Ir.L.J. Moens di atas tanah seluas 7.867 meter persegi.

Koleksi museum berjumlah kurang lebih 43.263 buah dan diklasifikasikan dalam 10 jenis koleksi, yaitu: koleksi Geologika, koleksi Biologika, koleksi Etnografika, koleksi Arkeologika, koleksi Historika, koleksi Numismatika/Heraldika, koleksi Filologika, koleksi Keramologika, koleksi Seni Rupa dan koleksi Teknologika.

Fasilitas yang mendukung antara lain perpustakaan, gedung pertemuan, mushola, pagelaran wayang kulit durasi singkat setiap malam, tempat parkir kendaraan dan toilet.

MUSEUM DIRGANTARA MANDALA

Museum ini diresmikan tanggal 4 April 1969  di jalam Tanah Abang, Bukit Jakarta oleh Panglima Angkatan Udara Laksamana Udara Rusmin Nuryadin.  Bulan Nopember 1977 dipindahkan dan digabungkan dengan museum Ksatrian AAU (Akademi Angkatan Udara) di pangkalan Adi Sucipto Yogyakarta.  Tanggal 29 Juli 1978 diresmikan sebagai museum pusat TNI AU "Dirgantara Mandala".  Tahun 1984 museum dipindahkan ke Wonocatur, tepatnya ke sebuah gedung bekas pabrik gula yang dibangun semasa penjajahan Belanda.

Memasuki usia ke-35, Museum Pusat TNI AU "Dirgantara Mandala" telah memiliki koleksi sejumlah 10.000 buah, 36 pesawat terbang, 1.000 foto, 28 diorama, lukisan-lukisan, tanda kehormatan, pakaian dinas, dan sejumlah koleksi buku yang disimpan di perpustakaan.  Koleksi master piece adalah replika pesawat Dakota VT-CLA milik perusahaan penerbangan India yang ditembak jatuh di daerah Ngotho, Bantul oleh Belanda ketika hendak mendarat di Maguwo Yogyakarta.

Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, museum ini dilengkapi dengan beberapa fasilitas seperti:  perpustakaan, auditorium, tempat parkir, mushola dan toilet.

MUSEUM LUKIS AFFANDI

 Museum yang terletak di jalan Laksda Adi Sucipto 167 ini memiliki 3 gedung ruang pameran.  Pada tahun 1962 Affandi membangun gedung ruang pameran pertama untuk memamerkan karya-karyanya.  Pada tahun 1974 diresmikan oleh Dirjen Kebudayaan Prof. Ida Bagus Mantra.  Ruang pameran kedua dibangun atas bantuan pemerintah tahun 1987 dan diresmikan tanggal 9 Juni 1988 oleh Mendikbud Prof. Fuad Hasan.  Sementara ruan pameran ketiga dibangun oleh Yayasan Affandi tahun 1997 dan diresmikan tanggal 18 Mei 2000 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X.  Konsep dan desain bangunan yang menyerupai lembaran daun pisang dibuat sendiri oleh Affandi yang terinspirasi dari pengalaman masa kecil.

Affandi yang mendapat julukan "Pelukis Maestro" tingkat dunia mempunyai koleksi sebagian besar berupa lukisan kertas, cat air, pastel dan cat minyak sejumlah sekitar 300 buah.  Affandi juga mengoleksi lukisan karya teman-teman seprofesinya, seperti lukisan Sudjojono, Hendra Gunawan, Barli, Muchtar Apin, Popo Iskandar dan lain-lain.  Koleksi lain museum Affandi adalah sedan Mitsubishi Gallant tahun 1975, sepeda Reliegh tahun 1975, lukisan keluarga milik maryanti, Kartika, Rukmini, Juki Affandi dan sebagainya.

Museum Affandi memiliki beberapa fasilitas antara lain: galeri, sanggar, kolam renang, kafe, perpustakaan, toko souvenir, tempat parkir dan toilet.

MUSEUM BATIK YOGYAKARTA

Sebagian koleksi di Museum Batik

 

Museum Batik terletak di jalan Dr. Sutomo No. 13 Yogyakarta.  Museum ini berdiri atas prakarsa bapak Hadi Nugroho sekeluarga yang merasa tergugah ketika banyak wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara mencari barang-barang antik, khususnya batik.  Kemudian beliau memulainya dengan mengumpulkan koleksi dari tiga generasi; eyang, orang tua dan beliau sendiri.

Keluarga Hadi Nugroho adalah keturunan pengusaha batik jaman dahulu sehingga banyak barang-barang yang mash tersimpan denga baik, diantaranya peralatan membatik, bahan-bahan batik dan kain batik. Barang-barang ini kemudian dikumpulkan dan dijadikan koleksi pribadinya.

Museum batik didirikan pada tanggal 12 Mei 1977, dengan akta notaris No. 22 tanggal 25 Mei 1977 dan pejabat pembuat akte Daliso Rudianto, SH.

Bangunan Museum Batik Yogyakarta menempati areal seluas 400 meter persegi.  Luas tanah seluruhnya 600 meter persegi, merupakan rumah tinggal keluarga Hadi Nugroho.

Koleksi yang dimiliki beranekaragam kain panjang, sarung, selendang, tokwi/taplak tutup meja sesaji dan sebagainya.  Disamping itu ada bermacam-macam peralatan membatik.  Koleksi tertua dari museum ini berupa kain batik yang diproduksi tahun 1780.

Dalam perkembangannya selain benda-benda koleksi di atas juga terdapat koleksi karya sulan acak buah karya ibu Dewi Nugroho.  Karya sulaman ini dibuat ketika beliau merawat suaminya (Hadi Nugroho) saat sedang sakit.  Semua karya sulam acak ini dipamerkan di ruang sulaman yang berada di komplek Museum Batik Yogyakarta.



Sumber:  Barahmus DIY. Selayang Pandang. 2004. Yogyakarta